Pasangan Umar-Oki saat mendaftar ke KPU Tebingtinggi beberapa waktu lalu. Bumantara/Ist

Tebingtinggi-Bumantaranews: Meski masa pendaftaran bakal calon (balon) Walikota dan Wakil Walikota Tebingtinggi telah diperpanjang selama 3 hari, namun hingga hari terakhir, Kamis (29/9) malam sampai pukul 24.00 Wib, tidak ada lagi pasangan balon Walikota dan Wakil Walikota yang mendaftar ke KPU Kota Tebingtinggi.

Akhirnya Pilkada Kota Tebingtinggi 15 Februari 2017 mendatang  dipastikan hanya diikuti satu pasangan bakal calon yakni Ir H Umar Zunaidi Hasibuan MM dan Ir H Oki Doni Siregar.

Ketua KPU Kota Tebingtinggi Abdul Khair melalui anggota Komisioner Devisi Hukum Ridwan Napitupulu SH kepada wartawan, Jumat (30/9) mengatakan, KPU Kota Tebingtinggi melalui rapat pleno telah menutup pendafataran balon Walikota dan wakil Walikota setelah melakukan perpanjangan pendafataran.

Sebelumnya hanya satu pasangan balon yang mendaftar. “Dengan ditutupnya pendafataran itu, maka Pilkada Kota Tebingtinggi pada 15 Februari 2017 nanti hanya diikuti satu pasangan calon saja,” terangnya.

Balon Walikota Umar Zunaidi Hasibuan dan Oki Doni Siregar awalnya diusung 9 Parpol dengan jumlah 21 kursi, namun satu Parpol yakni PKPI dicoret KPU karena dinyatakan TMS (tidak memenuhi syarat) sebagai partai pengusung. Adapun kedelapan Parpol yang mengusung balon Walikota dan Wakil Walikota Umar-Oki yakni, Partai Demokrat, Golkar, Nasdem, Hanura, Gerindra, PKB, PDIP dan PPP.

Selanjutnya, kata Napitupulu, KPU akan melakukan pemeriksaan terhadap berkas persyaratan Balon Walikota Umar Zunaidi dan Wakil Walikota Oki Doni Siregar serta menunggu hasil pemeriksaan kesehatan yang dilakukan tim dokter yang dibentuk IDI Kota Tebingtinggi dengan melibatkan BNN Kota Tebingtinggi dan HIMPSI (Psikiater) Sumut.

“Jika tidak ada masalah dan kekurangan persyaratan, KPU Kota Tebingtinggi akan menetapkan Umar – Oki sebagai pasangan calon tunggal Walikota dan wakil Walikota Tebingtinggi. Ini yang pertama di Sumut, Pilkada hanya diikuti satu pasangan calon,” jelasnya sembari mengungkapkan bahwa KPU akan tetap melaksanakan tahapan sebagaimana yang telah ditetapkan KPU. Pengumuman penetapan pasangan calon akan dilakukan 24 Oktober 2016 dan selanjutnya menggelar kampanye.

Terkait pasangan calon tunggal, Komisioner Devisi Hukum itu menjelaskan, bahwa dalam pemungutan suara pada 15 Februari 2017, warga masyarakat yang menyalurkan hak pilihnya cukup mencoblos kolom setuju atau tidak setuju terhadap pasangan calon Walikota dan Wakil Walikota Umar-Oki.

“Namun yang terpenting di balik itu semua, KPU Tebingtinggi sangat mengharapkan peran serta masyarakat Tebingtinggi yang telah terdaftar sebagai pemilih untuk dapat menyalurkan hak pilihnya,” imbuhnya.

Setelah mengumumkan pasangan calon Walikota dan Wakil Walikota, KPU akan melakukan sosialisasi terhadap seluruh elemen masyarakat Kota Tebingtinggi, baik melalui media massa, spanduk, baliho maupun dengn melakukan pertemuan dan aksi lainnya yang intinya melalui sosialisasi itu, masyarakat Kota Tebingtinggi mengetahui Pilkada Kota Tebingtinggi 15 Februari 2017 hanya diikuti satu pasangan calon walikota dan wakil walikota Umar Zunaidi Hasibuan-Oki Doni Siregar.

Penulis: Effendi Warmin

Editor: Rakyat Asril

Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

Jalan H Manaf Lubis (Gaperta Ujung), Kelurahan Kelurahan Tanjunggusta,Kecamatan Medan Helvetia, Kota Medan

No Telephone : 0877-6822-1959 | 061-8441466

Copyright © 2017 Bumantaranews.com, powered by Mahapalamultimedia

To Top