Nias Raya

Tari Maena Nias Pecahkan Rekor Muri

Gubsu pada Pesta Ya'ahowu yang digelar di 4 Kabupaten dan 1 kota di Kepulauan Nias berjalan sukses dan meriah ditandai dengan pemecahan rekor Museum Rekor Indonesia untuk tarian kolosal Maena (tari Maena Nias). Foto: Ist

Gunungsitoli-Bumantaranews:  Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) HT Erry Nuradi resmi menutup Pesta Ya’ahowu Ono Niha ditandai dengan pemukulan gong di Taman Ya’ahowu Jl. Pelabuhan Lama, Pasar Luaha, Kota Gunungsitoli, Sabtu (26/11/2016) malam.

Pesta  Ya’ahowu yang digelar di 4 Kabupaten dan 1 kota di Kepulauan Nias berjalan sukses dan meriah ditandai dengan pemecahan rekor Museum Rekor Indonesia (MuRI) untuk tarian kolosal Maena (tari Maena Nias).

Hadir dalam penutupan tersebut Deputi Bidang Pengembangan Destinasi dan Industri Pariwisata Kementerian Pariwisata Dadang Rizki Ratman,Staf Ahli Bidang Politik dan Keamanan Haru Tamtomo, Tokoh Masyarakat Nias Mayjen (Purn) TNI Cristian Zebua, Pimpinan SKPD Pemprovsu, Forum Kepala Daerah sekepulauan Nias, Forkopimda sekepulauan Nias, tokoh adat, tokoh agama dan ribuan masyarakat.

Gubsu HT Erry Nuradi bersama Ketua TP PKK Sumut Hj Evi Diana Erry mendapat kehormatan untuk menutup kegiatan yang merupakan ajang promosi kebudayaan dan pariwisata di Kepulauan Nias. Bahkan sebelum penutupan, tarian kolosal masyarakat Kepulauan Nias mendapatkan penghargaan dari MuRI dengan jumlah peserta mencapai 5.047 penari.

Gubsu Erry Nuradi mengatakan Kepulauan Nias memiliki destinasi wisata yang tidak hanya diminati oleh turis domestik tetapi juga oleh turis mancanegara. Tidak hanya kaya akan wisata baharinya, Kepulauan Nias juga dikenal dengan atraksi budayanya seperti halnya lompat batu. Oleh karenanya tidak salah jika Pemerintah Provinsi Sumatera Utara memiliki komitmen untuk memajukan dunia pariwisata di Sumut salah satunya dengan mengalokasikan anggaran Rp100 juta kepada Kabupaten Kota yang menggelar kegiatan untuk mempromosikan dunia pariwisata.

Dikatakan Erry saat ini memang dunia pariwisata di Kepulauan Nias masih belum bisa diandalkan untuk pendapat asli daerah (PAD). Karena berdasarkan catatan BPS jumlah turis ke kepulauan Nias masih dibawah 25 ribu orang pertahun. Namun jika potensi tersebut dapat digali maksimal maka pendapatan dari sektor pariwisata dikepulauan Nias patut diperhitungkan.

Tokoh masyarakat Nias Mayjen Purn Cristian Zebua mengaku bangga Pesta Ya’ahowu Ono Niha kembali digelar setelah sempat terhenti di tahun 2006 lalu. Cristian berharap pemerintah pusat dan Provinsi terus mendukung agar kepulauan Nias masuk kedalam 10 destinasi wisata di Indonesia.

Penulis: Edison Tamba

Editor: Maruli Siregar

Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

Jalan H Manaf Lubis (Gaperta Ujung), Kelurahan Kelurahan Tanjunggusta,Kecamatan Medan Helvetia, Kota Medan

No Telephone : 0877-6822-1959 | 061-8441466

Copyright © 2017 Bumantaranews.com, powered by Mahapalamultimedia

To Top