Pilkada Serentak Cerminkan Masyarakat Melek Politik

by -183 views

Medan-BUMANTARA: Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak yang berlangsung tanggal 15 Februari 2017 kemarin berlangsung relatif aman dan hampir tidak menemui kendala.

Provinsi DKI Jakarta, Provinsi Aceh dan Provinsi Banten merupakan tiga diantara 101 daerah yang menggelar Pilkada serentak. Sama seperti daerah-daerah lain, pemilihan gubernur di tiga provinsi itu terbilang lancar. Bahkan perolehan suara para calon sudah diketahui kurang dari 24 jam pasca pemilihan melalui perhitungan cepat yang dilakukan oleh berbagai lembaga survei.

Menyikapi hasil Pilkada 2017, Sekretaris Eksekutif Megapolitan Strategis Indonesia, Nina Badriah mengatakan, perolehan suara yang diraih pasangan incumbent di beberapa daerah tidak begitu signifikan, cenderung dinamis dan lebih menginginkan calon atau pemimpin baru. “The new next leader”

“Bahkan ada beberapa daerah yang incumbent-nya kalah. Hasil ini membuktikan bahwa masyarakat Indonesia secara umum sudah semakin cerdas dalam memilih sosok pemimpin. Tidak berlaku lagi intervensi politik yang umumnya dilakukan oleh pasangan petahana,” kata Nina, Jumat (17/2/2017).

Lebih jauh Nina menjelaskan, percaturan politik di daerah-daerah sudah tidak bisa lagi didikte dengan kekuatan money politic, popularitas apalagi pencitraan semata. Namun rakyat akan cenderung memilih calon pemimpin yang memiliki rekam jejak teruji.

“Siapa yang bekerja, maka dia yang terpilih. Kita bisa lihat bagaimana sosok-sosok populer pada akhirnya tidak memperoleh suara yang signifikan. Calon incumbent kalah. Artinya, secara umum masyarakat di daerah-daerah sudah tidak lagi termakan isu pencitraan apalagi politik uang. Kedepan akan terus berlangsung secara dinamis turbolensi politik diberbagai daerah yang sudah melek dengan akses informasi yang serba terbuka dan transparan” paparnya.

Nina mengimbau kepada setiap calon kepala daerah maupun kepala negara yang hendak bertarung di Pilkada maupun Pilpres, lebih utamakan kerja nyata yang berimbas langsung pada kepentingan rakyat. Jangan lagi mengandalkan intrik-intrik kilat dengan memanfaatkan kekuatan yang ada.

Penulis: Edison Tamba

Editor: Renggono