aksi menuntut pengusutan dugaan ijazah palsu Wabup Deliserdang Zainuddin Mars

Lubukpakam-BUMANTARA: Aliansi Pemuda Anti Korupsi Sumatera Utara berunjukrasa ke Kantor Bupati Deliserdang di Lubukpakam, Sumatera Utara. Mereka membongkar dugaan penggunaan ijazah palsu oleh Wakil Bupati Deliserdang, Zainuddin Mars.

Pantauan wartawan, Senin (3/4/2017), aksi massa yang dikordinir Arief Budiman itu tampak dikawal ketat aparat kepolisian dan Satpol PP Pemkab Deliserdang.

Arief Budiman mengungkapkan, dugaan penggunaan ijazah tersebut terungkap ketika Zainuddin Mars hendak menduduki jabatan Kepala Dinas Infokom Pemkab Deliserdang pada 2001.

“Kalau mau jadi kadis kan harus sarjana. Saat itu Zainuddin Mars menggunakan ijazah sarjana sosial dari salahsatu kampus besar di Kota Medan. Setelah kami cek, kampus itu mengatakan Zainuddin Mars tidak pernah terdaftar sebagai mahasiswa dan tak ada nomor induk mahasiswa atasnama Zainuddin Mars,” ungkap Arief Budiman dalam orasinya.

Pada 2001, sambung Arief Budiman, Zainuddin Mars dengan langgeng menduduki jabatan Kadis Infokom Pemkab Deliserdang sampai dengan tahun 2008.

“Sejak 2001 sampai 2008 yang bersangkutan menduduki jabatan kadis dengan ijazah diduga palsu. Sejak 2001 sampai 2008 itulah dia mendapat fasilitas negara. Fasilitas yang diperolehnya tentu adalah ilegal dan ini sebagai salahsatu bentuk tindakan korupsi,” tandas Arief Budiman.

Aliansi massa yang mendemo Wabup Deliserdang Zainuddin Mars

Arief Budiman juga menyebutkan bahwa segala sesuatu yang disetujui Zainuddin Mars sewaktu menjabat Kadis Infokom Pemkab Deliserdang adalah ilegal.

“Yang diteken dia adalah ilegal dan tidak sah karena proses menjadi kadis nya pun sudah melanggar aturan. Lagipula Zainuddin Mars diduga telah melakukan pembohongan dan ini jelas merugikan kampus yang digunakan Zainuddin Mars untuk mengeluarkan ijzahnya,” ujar Arief Budiman.

Tak hanya itum pada Pemilihan Bupati Deliserdang tahun 2008, Zainuddin Mars yang saat itu menjabat Kadis Infokom Pemkab Deliserdang juga terindikasi mengakali APBD untuk kepentingan Pilbup Deliserdang 2008.

“APBD Dinas Infokom tahun 2008 senilai Rp1,6 miliar terindikasi digunakan untuk kepentingan Pilbup Deliserdang dimana Zainuddin Mars terdaftar sebagai peserta Pilbup berpasangan dengan Amri Tambunan,” tandas Arief Budiman.

Untuk itu, dalam tuntutannya aksi massa meminta kepolisian segera mengusut tuntas kasus tersebut. “Kita minta Polda Sumatera Utara mengusut tuntas kasus ini. Selain dugaan penggunaan ijazah palsu, kasus ini juga terindikasi manipulatif dan melanggar pidana tentang penggunaan gelar sarjana palsu,” tukas Arief Budiman.

Setelah hampir satu setengah jam berorasi, tak satupun pihak Pemkab Deliserdang yang menyahuti aksi mereka. Mereka pun membubarkan diri dengan janji akan berunjukrasa kembali pada Rabu pekan depan.

Wartawan berusaha mengonfirmasi kasus itu kepada Wabup Deliserdang Zainuddin Mars usai aksi massa. Namun yang bersangkutan tidak berada di ruangannya.

Editor: Angel Tri

Jalan H Manaf Lubis (Gaperta Ujung), Kelurahan Kelurahan Tanjunggusta,Kecamatan Medan Helvetia, Kota Medan

No Telephone : 0877-6822-1959 | 061-8441466

Copyright © 2017 Bumantaranews.com, powered by Mahapalamultimedia

To Top