Kapolri Jenderal Tito Karnavian. (Ist)

Jakarta-BUMANTARANEWS: Sidang vonis terhadap terdakwa kasus penistaan agama Basuki T Purnama alias Ahok akan digelar 9 Mei 2017.

Menjelang sidang vonis itu, pihak pelapor yakni Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) MUI akan menggelar aksi kembali. Aksi ini dinamai Aksi Simpatik 55.

Menanggapi ini, Kapolri Jendral Tito Karnavian menegaskan berdemo untuk menyalurkan aspirasi memang diizinkan. Tapi jika mengintervensi putusan hakim itu tidak diizinkan.

“Yang paling penting, demo ini untuk menyampaikan unjuk rasa, bukan juga melakukan tekanan kepada hakim,” ujarnya, Rabu (3/5/2017).

Sebab, ia yakin hakim akan mengambil keputusan sesuai dengan Undang-undang dan bukti-bukti yang ada.

Tito pun menegaskan Polri akan memeberi jaminan keamanan untuk sidang pad sidang Ahok yang digelar pada 9 Mei 2017.

Selain itu ia juga siap mengamankan aksi yang digelar 5 Mei nanti.

“Kita, kami Polri akan memberikan pelayanan keamanan sepanjang (aksi) dilakukan dengan tertib, kami juga berikan jaminan kepada hakim dan mekanisme persidangan tanggal 9 Mei 2017 nanti. Saya serahkan sesuai ketentuan, tidak ada tekanan dari pihak manapun,” kata dia.

Sebagai informasi, GNPF MUI berencana menggelar aksi damai. Unjuk rasa bertajuk Aksi Simpatik 55 ini digelar pada Jumat 5 Mei 2017 di depan Kantor Mahkamah Agung (MA), Jakarta Pusat.

Aksi akan dimulai dengan salat Jumat di Masjid Istiqlal. Selanjutnya, massa akan bergerak menuju Gedung Mahkamah Agung di Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat.

Massa mendesak agar majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Utara menjatuhi hukuman terhadap Ahok.

 

Editor: Angel Tri

Jalan H Manaf Lubis (Gaperta Ujung), Kelurahan Kelurahan Tanjunggusta,Kecamatan Medan Helvetia, Kota Medan

No Telephone : 0877-6822-1959 | 061-8441466

Copyright © 2017 Bumantaranews.com, powered by Mahapalamultimedia

To Top