Medan

Besok Paripurna Interpelasi DPRD Medan, Kandas Atau Eldin Dimakzulkan?

Walikota Medan Dzulmi Eldin

Medan-BUMANTARA: Usulan interpelasi anggota DPRD Medan kepada Walikota Medan Dzulmi Eldin bergulir ke Rapat Paripurna. Sejumlah fraksi akan menyampaikan pandangannya di rapat yang akan digelar Selasa (23/5/2017).

Informasi dihimpun Bumantara, Rapat Paripurna soal usulan interpelasi itu digelar besok sesuai hasil rapat Badan Musyawarah (Bamus) DPRD Medan.

“Ya, berdasarkan hasil Bamus dijadwalkan paripurna pada 23 Mei 2017,” kata Wakil Ketua DPRD Medan, Ihwan Ritonga kepada Bumantara Jumat (19/5/2017).

Namun disinggung soal sikap Fraksinya, Politisi Gerindra itu mengatakan belum membahas persoalan itu.

“Fraksi belum membahas,” kata Ihwan.

Disebutkannya, Pimpinan DPRD Medan hanya memfasilitasi usulan-usulan mengenai pengguliran Hak Interpelasi kasus Reklame Kota Medan.

Lalu, apakah Fraksi Gerindra punya gambaran sikap soal Paripurna nanti?

“Kita lihat nanti di pandangan umum ya,” kata Ihwan.

Wakil Ketua Panitia Khusus (Pansus) Reklame DPRD Medan yang juga ikut menandatangani usulan interpelasi, Godfried Effendi Lubis menyambut baik penjadwalan paripurna interpelasi. Apalagi, Walikota Dzulmi Eldin tak kunjung menepati janji menertibkan reklame di 13 titik zona yang dilarang.

“Saat Pansus Reklame berdiskusi dengan Eldin, dia berjanji menertibkan papan reklame. Tapi tak pernah ditepati. Bagus itu (jadwal interpelasi-red), biar ditertibkan papan reklame ini,” katanya beberapa waktu lalu.

Salahsatu yang meneken usulan interpelasi adalah Ahmad Arief, Anggota Fraksi PAN DPRD Medan. Kepada Bumantara, Ahmad Arief mengakui dirinya merupakan salahsatu pelaku usulan interpelasi tersebut.

“Ada beberapa juga kemarin yang meneken. Di antaranya Saudara Godfried dan Irsal Fikri,” kata Ahmad Arief.

Disinggung sikap Fraksi PAN, Ahmad Arief menyatakan ada penolakan terhadap interpelasi itu.

“Kemarin ada statement Ketua Fraksi bahwa Fraksi PAN menolak,” kata Arief.

Lalu bagaimana sikap Ahmad Arief?

“Nantilah kita lihat,” tukas Ahmad Arief.

Aktivis Gerbraksu Saharuddin Medan Utara mengapresiasi Bamus DPRD Medan yang membawah usulan interpelasi ke Rapat Paripurna. Menurutnya, Rapat Paripurna nanti menjadi penentu nasib apakah usulan interpelasi itu hanya sekadar gertakan atau memang murni menyahuti aspirasi rakyat terhadap semrautnya penataan reklame Kota Medan.

“Kita apresiasi dan memang ini harus kita kawal seperti kasus-kasus interpelasi DPRD Sumut yang ada indikasi suap-menyuap. Jika ada suap-menyuap di usulan interpelasi DPRD Medan ini, maka siap-siaplah berhadapan dengan KPK seperti kasus Gatot Pujonugroho,” tegas Saharuddin.

Menurut Saharuddin, jika Rapat Paripurna pada Selasa (23/5/2017) nanti akhirnya menyetujui digulirnya Hak Interpelasi, maka ini menjadi jawaban buat warga Kota Medan yang selama ini kurang terwakili aspirasinya oleh wakil rakyat di DPRD Medan.

“Jika disahkan untuk digulirkan Interpelasi, maka seharunya kasus perizinan Podomoro City Deli Medan dan Centre Point harus jadi bagian untuk ditanyakan kepada Walikota Medan. Namun kita lihat saja dulu, usulan ini kandas atau berujung pemakzulan terhadap Walikota Medan,” ujar Saharuddin.

Sebelumnya, sembilan anggota DPRD Kota Medan dari berbagai fraksi terus menggulirkan hak interpelasi kepada Walikota Medan perihal kesemrawutan papan reklame yang tidak sebanding dengan Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang diterima. Berkas usulan hak interpelasi telah diserahkan kepada Ketua DPRD Kota Medan Henry Jhon untuk diproses.

Editor: Angel Tri

Jalan H Manaf Lubis (Gaperta Ujung), Kelurahan Kelurahan Tanjunggusta,Kecamatan Medan Helvetia, Kota Medan

No Telephone : 0877-6822-1959 | 061-8441466

Copyright © 2017 Bumantaranews.com, powered by Mahapalamultimedia

To Top