Kadisdag Medan, Armansyah Lubis dalam RDP dengan Komisi C DPRD Medan. (Foto: Bumantara)

Medan-BUMANTARANEWS: Kenaikan harga jelang Ramadhan tidak dapat dielakkan. Harga meningkat seiring dengan permintaan yang banyak dari konsumen dan jumlah stok barang yang sedikit.

Di Medan sendiri warga sering dibuat menjerit akibat mahalnya barang pokok seperti beras, gula, minyak dan lainnya.

Untuk itu Pemko Medan diminta untuk segera melakukan langkah mencegah melonjaknya harga bahan kebutuhan pokok pada Ramadhan 2017 yang tinggal menghitung hari tersebut.

“Bagaimana Disdag menyikapi kenaikan harga pada bulan puasa nanti. Apa langkah yang dilakukan untuk mencegah kenaikan harga tersebut,” tanya Wakil Komisi C, Anton Panggabean saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Dinas Perdagangan Medan.

Anton mengatakan kenaikan harga bukan semata-mata karena faktor alami meningkatnya jumlah permintaan tapi juga ulah oknum pedagang yang menimbun barang.

Menjawab itu, Kepala Dinas Perdagangan (Kadisdag) Armansyah Lubis mengatakan pihaknya telah membentuk Satgas Ketahanan Pangan untuk mengatasi lonjakan harga tersebut.

“Walikota Medan bekerjasama dengan Polrestabes telah membentuk Satgas Ketahanan Pangan kebetulan saya wakil ketua satgasnya, tadi baru dilantik,” ucapnya.

Tugas satgas tersebut bertugas memantau dan menindak jika ada spekulan nakal yang sengaja menimbun barang pokok.

“Kami tim ini ada dua yakni
Satgas pemantauan dan satgas penindakan. Kami berhak menutup menyegel menyita tempat yang menimbun barang pokok seperti beras, gula, minyak dan lainnya,” ucapnya.

Besok, Selasa (23/5/2017) satgas akan melakukan razia ke Pasar Muara Takus, Pasar Sei Sikambing, Gudang 77 dan 49 di Kayu Putih.

Terkait harga gula dan minyak, Arman menyebut sedang berusaha menesuaikan dengan ritel-ritel di Kota Medan.

“Sesuai dengan MoU dengan ritel di Indonesia bahwa harga gula harus Rp12.500 dan minyak goreng Rp11.000. Ritel juga sudah menyurati penyalur terkait hal ini,” ucapnya.

Sementara itu, ia mengaku masih kesulitan menahan lonjakan harga daging sebab PD Rumah Potong Hewan (RPH) tidak sanggup menutupi harga Rp180 ribu hingga Rp200 ribu per kilogram.

“Solusinya, kita akan memanggil peternak sapi untuk kerjasama dengan RPH agar harga daging bisa murah. Kendalanya justru peternak berada di luar Medan,” ucapnya lagi.

Editor: Angel Tri

Jalan H Manaf Lubis (Gaperta Ujung), Kelurahan Kelurahan Tanjunggusta,Kecamatan Medan Helvetia, Kota Medan

No Telephone : 0877-6822-1959 | 061-8441466

Copyright © 2017 Bumantaranews.com, powered by Mahapalamultimedia

To Top