Oleh: Angga Tri Wahyudi

Dewasa ini permasalahan yang pelik melanda Bangsa Indonesia tak ayal menjadi salah satu tanda tanya besar terhadap pengamalan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

Berikut beberapa permasalahan akut yang kerap kita temui dan cenderung menjadi kebiasaan buruk bagi masyarakat Indonesia.

Permasalahan Korupsi

Mengapa pada tahun 1998, masyarakat Indonesia secara keseluruhan mengalami krisis ekonomi yang sangat mematikan? Benar, apabila ditarik benang merah untuk permasalahan tersebut tak dapat dipungkiri bahwa korupsi merupakan salah satu faktor yang mengambil peran sebagai salah satu faktor penyebab mengapa bangsa Indonesia mengalami krisis kala itu.

Permasalahahan korupsi dari dulu hingga saat ini sering kali ditemukan tidak hanya ditataran pemerintah pusat. Bahkan yang lebih menyedihkan lagi, permasalahan tersebut justru telah merambah pemerintah daerah.

Berdasarkan hasil survei dari Transparansi Internasional tahun 2013, Indonesia merupakan negara terkorup dengan peringkat 64 dari 177 negara lainnya. Hal tersebut menunjukan bahwa nilai-nilai yang terkandung didalam Pancasila secara keseluruhan belum dilaksanakan secara nurani oleh pejabat publik.

Disintegrasi Bangsa

Aceh dan Papua, merupakan dua wilayah yang paling barat dan paling timur Indonesia yang hingga saat ini terkenang dengan permaslahan disintegrasi bangsa yang digerakan oleh oknum dan kelompok kepentingan politik.

Setelah terjadi reformasi di tahun 1998, disintegrasi merupakan salah satu pokok permasalahan bangsa yang malah justru merongrong makna persatuan dan kesatuan Bangsa Indonesia. Sementara itu, kebijakan otonomi daerah yang sengaja digulirkan sejak tahun 2002, tak ayal malah justru berubah menjadi bumerang bagi masyarakat tatkala segelintir elit politik di daerah hanya menganggap dan beranggapan bahwa daerah hanya boleh dipimpin dan dikuasai oleh elit politik putera daerah.

Tak jarang berawal dari anggapan tersebut, bibit-bibit disintegrasi bangsa mulai bertelur dan menetas manakala pemahaman dan pengalaman dalam menerapkan butir-butir Pancasila masih dirasa minim dan kurang.

Dekadensi Moral

Fenomena materialism dan hedonisme secara pasti telah mempengaruhi gaya hidup masyarakat Indonesia. Paham yang merupakan hasil infiltrasi budaya barat tersebut tak ayal telah mengikis moral dan akhlak masyarakat khususnya generasi muda Indonesia.

Hal ini secara gamblang dapat kita lihat melalui media massa saat ini, dimana fenomena dekasensi moral tersebut telah melahirkan perilaku-perilaku yang tidak bermoral, tidak senonoh, pelecehan seksual, pembunuhan, pemerkosaan, hingga kejahatan-kejahatan lainnya yang cenderung disebabkan oleh minimnya penghayatan dan pengamalan terhadap nilai-nilai Pancasila.

Narkotika dan Obatan Terlarang

Berdasarkan data yang dirilis oleh Kepolisian Republik Indonesia tahun 2013, Polri telah menangani sebanyak 32.470 kasus narkoba di Indonesia. Angka tersebut secara jelas menunukan adanya peningkatan sekitar 5.909 kasus narkoba dari tahun sebelumnya.

Permasalahan mengenai narkoba baik yang berjenis psikotropika maupun narkoba jenis lainnya dapat dikatakan telah merambah hampir semua lapisan masyarakat, mulai dari anak-anak, remaja, pejabat negara, hingga seniman, yangmana akibat penggunaan barang terlarang tersebut dapat mengakibatkan dampak negatif terhadap keselamatan hidup bangsa Indonesia.

Adanya fenomena peningkatan penggunaan narkoba bisa jadi justru timbul akibat kurangnya pemahaman terkait nilai-nilai Pancasila yang pada intinya melarang mengonsumsi makanan dan minuman yang haram dan membahayakan.

Penegakan Hukum

Kualitas penegakan hukum di Indonesia saat ini menjadi sorotan tajam dikalangan masyarakat. Hal ini dikarenakan efektifitas penegakan hukum yang ada acapkali minim akan kualitas dan proporsionalitas.

Banyak faktor yang berpengaruh terhadap efektifitas penegakan hukum, akan tetapi faktor yang dominan adalah manusia itu sendiri. Mengapa demikian?

Hal ini dikarenakan penegakan hukum yang baik ditentukan oleh kesadaran hukum masyarakat dan profesionalitas aparat penegak hukum. Di sinilah perlunya pemahaman terhadap butir Pancasila yaitu untuk meningkatkan kesadaran hukum masyarakat Indonesia.

Terorisme

Kejahatan terorisme dewasa ini dapat dikatakan merupakan salah satu ancaman nyata bagi keamanan dan kenyamanan bagi suatu bangsa. Kejahatan terorisme merupakan permasalahan yang pelik dan dapat menimbulkan rasa takut yang berkepanjangan.

Banyak tokoh dan pengamat terorisme yang beranggapan bahwa masalah terorisme pada dasarnya disebabkan oleh faktor ekonomi, rendahnya tingkat pendidikan, dan kurang komprehensifnya pemahaman terhadap agama dan keyakinan yang dianut.

Tak jarang, apabila ketiga faktor tersebut minim dimiliki oleh seorang individu, dengan mudahnya pemahaman ekstrimis dan radikal dapat dengan mudah masuk kedalam tubuh individu.

Disinilah urgensi terhadap pentingnya pemahaman dan pengaplikasian terhadap butir dan nilai Pancasila. Selain dari pada upaya untuk mengkoridor potensi pemahaman yang menyimpang, pemahaman terhadap Pancasila sangat diharapkan dapat memperkokoh jiwa kebangsaan dalam bertindak dan berperilaku yang berpedoman terhadap Pancasila.

Mari kita amalkan dan terapkan segenap butir dan nilai Pancasila dengan semangat kebhinnekaan dan dalam bingkai persatuan dan kesatuan Republik Indonesia. Indonesia Bisa.

Penulis adalah Mahasiswa Pasca Sarjana Jurusan Ilmu Politik di Universitas Negeri Semarang

Jalan H Manaf Lubis (Gaperta Ujung), Kelurahan Kelurahan Tanjunggusta,Kecamatan Medan Helvetia, Kota Medan

No Telephone : 0877-6822-1959 | 061-8441466

Copyright © 2017 Bumantaranews.com, powered by Mahapalamultimedia

To Top