Jakarta-Bumantara: Di tengah ketertinggalan Papua dalam pembangunan khususnya infrastruktur, peran media sangat dibutuhkan dalam rangka membangun optimisme dan nasionalisme Papua untuk mengejar ketertinggalannya.

Adriana Elisabeth, Peneliti Senior LIPI berpendapat, berdasarkan hasil riset LIPI ada empat hal menyangkut masalah Papua yaitu marginalisasi dan diskriminasi, pembangunan, kekerasan dan pelanggaran HAM, serta sejarah. Persoalannya, dari empat masalah tersebut mana yang sudah terbangun dengan baik.

“Media punya peran penting dalam memahami Papua. Sekecil apapun pembangunan Papua seharusnya di blow up oleh media. Saya sangat mendukung media dalam menginformasikan kelebihan dan kekurangan Papua,” ujar Adriana.

Hal itu dikatakannya dalam diskusi media bertema Peran Media Dalam Membangun Optimisme dan Nasionalisme Papua, yang diselenggarakan oleh Social Media and Civic Education (SCME), Senin (27/11/2017) di gedung Dewan Pers Jakarta.

Pada saat yang sama, Bobby Adhityo Rizaldi, Anggota Komisi I DPR RI menilai respon publik terhadap pemberitaan Papua sangat baik ditengah kebebasan pers di era Jokowi yang semakin terbuka, namun masih ada rasa keadilan yang belum tersentuh di Papua.

“Peran media sangat besar dalam membangun karakter Papua. Peran media di sana sangat baik hanya belum diimplementasikan dengan baik,” jelas Bobby.

Menurutnya, salah satu contoh yang perlu dipublikasikan media adalah bagaimana membangun produktivitas yang diyakini akan meningkatkan produktivitas Papua.

Peran media sangat penting karena langsung kepada pemegang kebijakan dan langsung kepada masyarakat.

“Indikator keberhasilan dari peran media diantaranya terciptanya dukungan publik terhadap kegiatan Industri, pengelolaan negara, stabilitas kawasan dan papua damai,” ucapnya.

Sementara itu, Hariqo Wibawa Satria, Direktur Eksekutif Komunikonten mengatakan, saat ini apapun konten yang diproduksi media bisa juga diproduksi oleh masyarakat berkat kemajuan teknologi. Kemudahan memproduksi konten tersebut seringkali dimanfaatkan sehingga menuai pro dan kontra ditengah masyarakat.

“Di era digital ini, diplomat bukan hanya yang berdasi saja namun kita semua harus bisa menjadi diplomat dengan cara menyampaikan konten-konten yang positif,” pungkasnya.

Editor: Renggo

Jalan H Manaf Lubis (Gaperta Ujung), Kelurahan Kelurahan Tanjunggusta,Kecamatan Medan Helvetia, Kota Medan

No Telephone : 0877-6822-1959 | 061-8441466

Copyright © 2017 Bumantaranews.com, powered by Mahapalamultimedia

To Top