Fakhrur Rozi

Medan-Bumantara: Publik masih menanti siapa yang bakal menjadi calon wakil Tengku Erry pada Pilgubsu. Partai Golkar yang sudah resmi mengusung Erry, memiliki seorang kader yang dinilai paling mumpuni jadi pendampingnya.

Akademisi UIN Sumut Fakhrur Rozi kepada wartawan, Kamis (28/12/2017) mengatakan Partai Golkar harus cermat dalam memutuskan siapa yang akan dijadikan Cawagubsu nanti.

Menurut Dosen Fakultas Ilmu Sosial UIN Sumut itu sosok yang akan diusung jadi Cawagubsu nanti harus bisa mewakili aspirasi seluruh kader Golkar di Sumatera Utara.

“Yang perlu digarisbawahi adalah sebagian besar kader telah kecewa karena Ngogesa tak jadi Cagubsu dari Golkar. Untuk mengobatinya, Golkar wajib mengusung kader sendiri untuk posisi Wagubnya,” ujar Fakhrur Rozi.

Ditambahkan dia, Keputusan Golkar soal sosok yang akan disodorkan menjadi wakil Tengku Erry akan menarik ditunggu. Sebab ada dikotomi kader-non kader.

Menurutnya, akan menguntungkan bagi golkar secara kepartaian jika yang dipilih kader sendiri. Sebab itu akan menunjukkan proses pengaderan berlangsung di Golkar.

Di sisi lain, hal ini akan membuat kader-ader golkar lebih siap untuk memperjuangkan pasangan yang diusung Partai Golkar.

“Lagipula saya meyakini bahwa ada deal-deal politik dengan NasDem dan Tengku Erry bahwa cawagubsu Erry harus kader Golkar. Bila tidak ya artinya Golkar jatuh dan tertimpa tangga pula,” tandas Rozi.

Golkar Sumut sendiri sudah menjaring dua nama Bakal Cawagubsu pasca pengunduran diri Ngogesa Sitepu. Dua nama tersebut yakni Ir Doli Sinomba Siregar (internal Golkar) dan Nurhajizah Marpaung (eksternal).

Menyikapi itu, Rozi menilai sosok Doli Siregar bisa mewakili harapan dan mengobati kekecewaan kader jika diputuskan jadi Cawagubsu.

Selain itu, sosok Doli saat ini memiliki kapasitas mumpuni untuk memimpin Sumut bersama Tengku Erry.

Dikatakannya, Doli dalam posisi yang diuntungkan karena memiliki kekerabatan sebagai besan Presiden Jokowi.

Menggandeng sosok Tengku Erry sebagai incumbent adalah pilihan logis bagi Partai golkar jika ingin menang. Dengan menempatkan kader sebagai wakil, maka posisi golkar di 2019 akan lebih diuntungkan.

“Sebab kadernya memimpin daerah (jika menang pilkada). Memilih kader untuk diusung saya anggap menjadi investasi bagi Golkar Sumut. Sebab kader-kader akan lebih termotivasi dan bersemangat memperkuat basis ke konstituen Golkar di masing-masing daerah,” tandas dia.

“Selama ini Provinsi Sumut dinilai kurang memiliki lobi politik yang mumpuni ke pemerintah pusat. Jikapun ada kesempatan lobi menjolok anggaran, itupun harus melalui banyak pintu dalam tanda kutip. Nah saya pikir Doli bisa melobi secara kekeluargaan langsung kepada Presiden Jokowi,” tegas Rozi.

Dengan catatan, sambung Rozi, tentu saja lobi-lobi itu demi kepentingan masyarakat Sumatera Utara.

Diketahui, DPP Partai Golkar sudah resmi akan mengusung HT Erry Nuradi sebagai Cagub pada Pilgubsu 2018 nanti.

Editor: Renggo

Jalan H Manaf Lubis (Gaperta Ujung), Kelurahan Kelurahan Tanjunggusta,Kecamatan Medan Helvetia, Kota Medan

No Telephone : 0877-6822-1959 | 061-8441466

Copyright © 2017 Bumantaranews.com, powered by Mahapalamultimedia

To Top