Medan-Bumantara: umatera Utara memiliki ratusan kelompok teater yang tak terdata. Dari jumlah yang banyak tersebut, kurang dari sepuluh saja yang memiliki badan hukum.

Hal tersebut dikatakan Darma Lubis saat memandu workshop manajemen teater di Malam Renungan Teater 2017 di Taman Budaya Sumatera Utara, Sabtu (30/12).

“Mayoritas teater di Sumatera Utara tidak mengerti manajemen teater. dan untuk apa berkelompok,” katanya.

Manajemen teater, kata dia, sangat penting karena berkaitan dengan baik tidaknya pengelolaan kelompok. Hal tersebut dapat dilihat dari bagaimana mereka mengelola organisasi, rencana program tahunan dan strukturnya lemah.

“Boro-boro itu, badan hukum saja tidak diurus,” katanya.

Lebih jauh dari itu, menurutnya, tidak adanya badan hukum dapat berakibat sulitnya mengakses dana. Dia menilai, sudah menjadi keniscayaan bahwa sumber daya manusia (SDM) teater dalam keorganisasian harus bangkit. Jika tidak, lanjutnya, kelompok teater tidakakan berkembang.

Menurutnya, persoalan kurangnya kesadaran manajemen teater ini terjadi di seluruh Indonesia dan Sumatera Utara adalah yang paling parah dalam kurun 20 tahun terakhir.

Menurutnya, yang harus dilakukan adalah, pembinaan pada kelompok-kelompok teater tentang keorganisasian. Karenanya, harus didata secara kelompok. Pendataan itu, kata dia, tidak hanya dilakukan pemerintah tetapi juga masyarakat atau dewan kesenian yang ada.

“Bagi saya, yang paling penting adalah membangun badan hukum. Sumut dan Medan ni banyak yang tak punya. Mau dibawa kemana sebenarnya teater di Sumatera Utara ini,” katanya.

 

Reporter: Dian G

Editor: Renggo

Jalan H Manaf Lubis (Gaperta Ujung), Kelurahan Kelurahan Tanjunggusta,Kecamatan Medan Helvetia, Kota Medan

No Telephone : 0877-6822-1959 | 061-8441466

Copyright © 2017 Bumantaranews.com, powered by Mahapalamultimedia

To Top