Djarot Saiful Hidayat (kiri)

Medan-Bumantara: Diusungnya nama Djarot maju jadi Bacagubsu dari PDIP mendapat sorotan Pengamat Politik UIN Sumut Faisal Riza.

Kepada wartawan, Kamis (4/1/2018), Faisal menilai PDIP merupakan parpol yang menganut demokrasi terpimpin.

“Keputusannya tersentral. Akibatnya, tidak selalu bisa mengakomodir aspirasi masyarakat Sumut,” ujar Faisal.

Dengan majunya nama Djarot, sambung Faisal, mengindikasikan PDIP tidak memiliki kader Sumut yang dianggap dapat meraih suara dalam hal ini Islam dan suku mayoritas.

“Dalam hal ini nampaknya jarot adalah pilihan terbaik PDIP. Peluang jarot cukup untuk main di Pilgubsu. Figur dia bisa merepsentasikan Islam Jawa dan nasionalis. Namun, problem utama jarot ini adalah dia calon kiriman dari luar Sumut,” tandas Faisal Riza.

Jadi sambung Faisal Riza, kemungkinan keberterimaan publik bergandengan dengan perasaan heran dan kecewa.

“Apakah PDIP gagal memproduksi kadernya di level Sumut? Selain itu, meskipun Djarot punya pengalaman kepemimpinan yang matang di eksekutif tetapi apakah dia memahami aspirasi yang khas masyarakat Sumut? Bagaimana dia bisa menjelaskan Publik bahwa dia tidak identik dengan kasus Ahok? Nah di sini tantangan Djarot,” ujar Faisal Riza.

Menurut Faisal, Djarot harus bisa meyakinkan masyarakat soal kebermungkinan tersebut.

Editor: Renggo

Jalan H Manaf Lubis (Gaperta Ujung), Kelurahan Kelurahan Tanjunggusta,Kecamatan Medan Helvetia, Kota Medan

No Telephone : 0877-6822-1959 | 061-8441466

Copyright © 2017 Bumantaranews.com, powered by Mahapalamultimedia

To Top