Oleh : Indah Rahmawati Salam

Memasuki masa-masa Pilkada dan Pilpres terdapat banyak berita-berita yang tidak benar atau pun berita hoax yang di sebarkan di berbagai media, terutama media online.

Seperti yang baru saja beredar di media online yang kemudian di sebar luaskan ke berbagai situs online, yaitu gambar secarik kertas yang menyatakan harga bahan bakar di sebuah SPBU di Papua lebih mahal 10 kali lipat dari pada harga bahan bakar di SPBU lainnya di Indonesia.

Gambar tersebut mendapat banyak respon dari netizen yang kemudian juga menyebarkan post tersebut tanpa menyelidiki kebenarannya terlebih dahulu. Kebenaran atau keaslian gambar tersebut kemudian di ketahui telah di edit sedemikian rupa. Dengan kata lain gambar tersebut adalah hoax.

Berita hoax memang mulai banyak menyebar seiring dengan mulai berlangsungnya Pilkada 2018. Berita hoax ini pun bukan pertama kali terjadi pada saat berdekatan dengan masa masa Pilkada. Namun sebelumnya berita-berita hoax tidak terlalu banyak diperbicangkan.

Akan tetapi seiring dengan pertumbuhan zaman dan juga dengan mulai maraknya penggunaan social media di kalangan masyarakat indonesia, maka dari itu berita-berita hoax pun mulai berkembang.

Berita-berita hoax yang bermunculan di berbagai media ini pun biasanya bertujuan untuk membuat merusak reputasi pasangan calon yang akan maju bersaing dalam pilkada. Berita-berita hoax tersebut sebenarnya dapat di kategorikan dalam kampanye hitam.

Apakah kampanye hitam tersebut? Kampanye hitam adalah suatu cara atau pun upaya yang di lakukan seseorang atau pun sekelompok orang untuk merusak reputasi atau nama baik seseorang atau suatu kelompok.

Belakangan ini sangatlah banyak kampanye hitam yang terjadi dengan mentargetkan para pasangan calon yang maju kedalam pilkada 2018 ini.

Kampanye hitam memang sering terjadi setiap saat, akan tetapi masa yang paling sering ditemukan dalam kampanye hitam tentunya pada saat masa-masa menjelang pemilihan umum atau pun pemilihan daerah.

Kemunculan kampanye hitam tidak dapat dipastikan secara pasti pada awalnya, namun dengan mulai berkembang teknologi, banyak kampanye-kampanye hitam yang sekarang bertebaran di dunia maya.

Pemerintah juga telah sering mengingatkan para warga masyarakat untuk tidak percaya secara langsung dengan apa yang di beritakan di berbagai media, baik online dan offline. Beberapa kepolisian juga telah membentuk sebuah tim khusus yang terus memantau kehadiran-kehadiran berita hoax atau pun kampanye-kampanye hitam.

Kampanye-kampanye hitam ini tidak hanya merugikan masyarakat yang membacanya, akan tetapi juga sangat merugikan para penyebar atau pun para kelompok orang yang menjadi modus dibalik berita berita hoax tersebut.

Sebut saja misalnya penyebar gambar struk SPBU tersebut yang kemudian di tangkap oleh pihak kepolisian atas tindakannya sebagai penyebar berita tidak benar. Setelah diselidiki pihak yang menyebarkan berita tersebut tidak mengetahui bahwa struk tersebut telah di edit dengan sedemikian rupa.

Dengan kata lain, banyak dari penyebar berita-berita hoax atau pun kampanye-kampanye hitam tidak mengetahui bahwa berita-berita tersebut tidak lah benar adanya.

Bagaimana kah hal tersebut bisa terjadi? Pada umumnya banyak masyarakat yang menggunakan sosial media, seperti facebook, instagram, twitter atau pun yang baru kenal dengan dunia internet atau dunia maya, sangat mudah terpercaya dengan apa saja yang di baca atau pun di lihatnya di media online tersebut.

Sehingga banyak dari mereka yang langsung menekan tombol share dan lalu membagikannya kepada semua teman – teman mereka, tanpa menyadari bahwa mereka telah menyebarkan berita hoax ataupun berita yang tidak benar.

Sangatlah di sayangkan karena nantinya yang menjadi korban adalah diri mereka sendiri. Dimana telah banyak tim-tim khusus yang di bentuk oleh pihak kepolisian untuk menyelidiki tersebarnya berita berita hoax atau pun berita berita dengan modus kampanye hitam.

Lalu bagaimana agar kita juga tidak terjerumus di dalam menekan tombol share dan terjerat dalam berita hoax ataupun kampanye hitam tanpa sepengetahuan kita?

Ada beberapa cara yang dapat anda lakukan agar tidak terpancing dengan berita-berita hoax dan kampanye hitam, berikut adalah beberapa caranya :

Jangan percaya 100% dengan apa yang anda baca di internet

Memang internet adalah tempat sumber informasi. Kita dapat mendapatkan atau pun berbagi berbagai macam informasi di Internet. Namun perlu anda ketahui bahwa dunia internet ini pun sangatlah luas, dimana setiap orang dapat membagikan apapun tanpa perlu kredibilitas yang jelas.

Demikian juga hal nya dengan media media berita online. Di antara berbagai media yang telah terpercaya dan terbukti kredibilitas nya, ada juga banyak media yang belum terbukti kredibilitasnya.

Media media semacam ini lah yang terbukti menyebarkan berita berita hoax atau pun kampanye hitam tersebut.

Cek kredibilitas Media Tersebut

Ada banyak cara yang dapat anda lakukan untuk mengecek kredibilitas media dimana anda membaca suatu berita dengan modus hoax atau pun kampanye hitam. Media yang mempunyai kredibilitas tinggi adalah media yang tidak hanya bergerak di dunia online, akan tetapi juga offline, seperti majalah, stasiun TV.

Selain dari itu anda juga dapat mengecek kredibilitas media tersebut dari informasi informasi yang tertera di website seperti, informasi tentang penulis dan referensi data data yang di berikan.

Cek referensi data-data yang diberikan
Hal yang paling sering di temukan di dalam berita hoax ataupun kampanye hitam adalah data yang tidak konkret ataupun asli.

Banyak pula yang membuat berita-berita hoax dengan mengedit gambar atau pun menyertakan angka-angka dan figur-figur yang tidak benar adanya ataupun rekayasa.

Hal ini juga dapat sangat mudah di identifikasi dengan melakukan pengecekan ulang terhadap data-data yang diberikan dalam berita tersebut.

Jika data-data tersebut benar adanya maka anda tidak akan kesulitan untuk mengecek kebenarannya.

Sebaliknya jika data-data tersebut jugalah data-data hoax maka anda pun akan kesulitan untuk menemukan kebenarannya.

Ada juga beberapa berita berita hoax yang tidak mengikut sertakan data-data sehingga kebenaran dari berita tersebut tidak dapat di buktikan.

Setelah melakukan metode metode di atas barulah sebaiknya anda membagikan suatu berita kepada teman-teman anda, janganlah menyebar berita berita hoax atau pun kampanye hitam yang dapat mengganggu masyarakat.

Marilah kita menjadi warga negara yang bijak dan tidak mudah terpecah belah atas berita-berita hoax ataupun kampanye hitam yang mempunyai modus untuk merusak persatuan bangsa ini.

Penulis adalah Mahasiswi IAIN Kendari

Jalan H Manaf Lubis (Gaperta Ujung), Kelurahan Kelurahan Tanjunggusta,Kecamatan Medan Helvetia, Kota Medan

No Telephone : 0877-6822-1959 | 061-8441466

Copyright © 2017 Bumantaranews.com, powered by Mahapalamultimedia

To Top