Medan-Bumantaranews :Ratusan massa yang tergabung dalam Forum Anak Bangsa (FAB) melakukan aksi unjuk rasa di Mapolda Sumut, Jumat (26/1/2018).

Kedatangan para pendemo meminta Kapolda Sumut, Irjen Paulus Waterpauw untuk menahan tersangka penipuan dan penggelapan miliaran rupiah atas nama Mujianto.

Pantauan di lapangan, massa yang datang langsung menyampaikan tuntutan dan dikawal petugas kepolisian.

Koordinator aksi, Marlon Purba mengatakan Forum Anak Bangsa meminta keadilan dalam proses kasus penipuan yang menimpa A Lubis. “Kami minta hukum seadil-adilnya,” terang dia.
Ia mengaku kedatangannya untuk bertanya kepada Kapolda Sumut kenapa terlapor yang sudah ditetapkan tersangka namun belum ditahan.

“Kemarin alasan Polda Sumut tidak ditahan karena Mujianto kooperatif. Itu tidak masuk akal. Kasus ini sudah sangat lama, sudah setahun berjalan. Sudah beberapa kali dilakukan konfrontir tapi Mujianto beberapa kali tidak hadir,” katanya.

Untuk itu, kata Marlon, ratusan massa ini meminta kepada Kapolda Sumut Irjen Pol Paulus Waterpauw segera menangkap Mujianto.

Bila memang tuntutan aksi demo ini tidak ditanggapi, maka Forum Anak Bangsa akan melayangkan surat kepada Kapolri Jendral Tito Karnavian untuk segera mengusut kasus ini. “Kami akan aksi lebih besar lagi,” tegasnya.

Terpisah, saat dikonfirmasi Dir Krimum Kombes Andi Rian kepada wartawan mengatakan bahwa massa aksi salah saran menyampaikan tuntutan.

 

Teks foto: Aksi massa Forum Anak Bangsa saat unjukrasa di Mapolda Sumut.

 

Menurutnya, tuntutan tersebut disampaikan kepada pihak Kejaksaan. karena, berkas sudah dikirimkan kepada Jaksa Penuntut Umum(JPU).

“Seharusnya yang mereka demo itu bukan Polda, tapi pengadilan. Karena berkas Mujianto sudah kita serahkan ke Jaksa Penuntut Umum (JPU),”kata Andi Rian saat dijumpai pascasalat Jumat di pelataran Masjid Polda Sumut, Jumat (26/1/2018).

Disinggung mengenai Mujianto yang berstatus tersangka tidak ditahan, Andi Rian menyebutkan bahwa itu bagian dari penyidik.

“Jangan dipaksa saya kalau Mujianto harus ditahan. Itu gawean penyidik. Lagian, tidak ada pasal di Undang-Undang Republik ini yang menyatakan tersangka itu harus ditahan, gak ada,”ujarnya.

Sebelumnya, Dir Reskrimum Poldasu Kombes Pol Andi Rian menyatakan berkas Mujianto sudah dilayangkan ke JPU.

“Hari ini kita menjawab yang selama ini rekan-rekan pertanyakan. Hari ini berkas perkara ini sudah kita lengkapi dan rencananya (Selasa 23/1), akan kita kirim ke Jaksa Penuntut Umum (JPU),” kata dia didamping Kasubdit II AKBP Edison Sitepu, Selasa (23/1).

Dipaparkannya, Mujianto ditetapkan sebagai tersangka atas laporan A Lubis (60)  dalam kasus dugaan penipuan sesuai dengan STTLP/509/IV/2017 SPKT “II” tertanggal 28 April 2017 dengan kerugian material hingga mencapai Rp3 milliar.

Dugaan penipuan itu berawal dari ajakan kerjasama melalui staf Mujianto, Rosihan Anwar untuk melakukan bisnis penimbunan lahan seluas 1 Ha atau setara 28.905 M3 di atas tanah lahan di Kampung Salam Kelurahan Belawan II Kecamatan Medan Belawan sekitar Juli 2014 lalu.

Namun, setelah proyek selesai, Mujianto tidak menepati janjinya untuk membayar hasil pengerjaan A Lubis, sehingga merasa dirugikan miliaran rupiah dan melaporkan kasus itu ke Poldasu.

Penulis : Arief

Editor : Edi S Tamba

Jalan H Manaf Lubis (Gaperta Ujung), Kelurahan Kelurahan Tanjunggusta,Kecamatan Medan Helvetia, Kota Medan

No Telephone : 0877-6822-1959 | 061-8441466

Copyright © 2017 Bumantaranews.com, powered by Mahapalamultimedia

To Top