Nasional

Geliat Sektor Pariwisata Dorong Industri Perawatan Pesawat Makin Bergairah

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto

Medan-Bumantara: Tawaran destinasi wisata alam dan budaya membuat sektor pariwisata Indonesia kini makin bergairah.

Bahkan kontribusi sektor pariwisata terhadap PDB meningkat secara signifikan. Kini sumbangan devisa sektor pariwisata menempati peringkat kedua setelah sektor agro.

Peningkatan sektor pariwisata ini harus ditunjang dengan infrastkrutur yang memadai.

Salahsatu sektor pendukung meningkatnya jumlah wisatawan itu adalah sektor tranportasi. Sektor tranportasi ini juga memberikan peluang terhadap munculnya bisnis sektor penunjang seperti bisnis perawatan pesawat.

Dengan adanya bisnis perawatan pesawat sendiri, seacara otomoatis akan menekan komponen biaya industri penerbangan.

Untuk menunjang sektor pariwisata itulah pemerintah mendorong tumbuhnya industri perawatan dan perbaikan pesawat atau maintenance, repair and overhaul (MRO) di Indonesia.

Hal ini lantaran masih banyak potensi pengembangan industri ini yang diintegrasikan dengan beberapa bandar udara dalam negeri.

“Industri perawatan pesawat sangat penting. Harusnya Indonesia punya daya saing tinggi dan ini menjadi peluang besar. Kalau ada airlines dari luar negeri, bisa dirawat oleh pekerja kita,” kata Presiden Joko Widodo di Istana Negara, Jakarta, Rabu (31/1).

Jokowi optimis industri perawatan pesawat dalam negeri akan kompetitif dengan negara lain dalam memberikan jaminan perawatan pesawat, seperti Singapura.

“Pemerintah Singapura telah memberikan jaminan repair bahwa semua komponen bisa bebas bea cukai dan impor ekspor tidak lebih dari lima jam. Kita bisa? Bisa, kalau mau, niat!,” tegasnya.

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto menyampaikan, di Bintan sedang dikembangkan Airport and Aerospace Industry Park di atas lahan seluas 4.000 hektar.

Kawasan aviasi terpadu ini akan menjadi yang terlengkap di Indonesia dengan beberapa fasilitas penunjang seperti bandara, sarana perbaikan pesawat, pelatihan pegawai penerbangan, serta area kawasan bisnis dan residensial.

Di samping itu, Kementerian Perindustrian dan Indonesia Aircraft Maintenance Service Association (IAMSA) sepakat bersinergi untuk pembangunan unit pendidikan maupun penyediaan tenaga pengajar ahli di bidang perawatan pesawat.

Selain itu, dilakukan juga kerja sama dengan industri yang akan menampung para lulusan agar dapat langsung terserap kerja.

Kementerian Perindustrian mencatat, Indonesia akan menyerap sebanyak 12-15 ribu tenaga ahli MRO dalam kurun 15 tahun ke depan.

Sementara itu, sekolah-sekolah teknisi penerbangan di Indonesia hanya menghasilkan 200 tenaga ahli per tahun, sedangkan kebutuhannya mencapai 1.000 orang per tahun.

Menperin Airlangga Hartarto menambahkan, industri penerbangan dalam negeri terus berkembang dan mengalami pertumbuhan yang cukup signifikan. Hal ini diindikasikan dengan kenaikan jumlah lalu lintas udara, baik penumpang maupun untuk arus barang.

“Pertumbuhan jumlah penumpang udara domestik meningkat rata-rata 15 persen per tahun selama 10 tahun terakhir, sedangkan jumlah penumpang udara internasional naik hingga sekitar delapan persen dan Indonesia adalah merupakan negara terbesar ketiga di Asia dalam pembelian pesawat udara setelah China dan India,” paparnya.

Editor: Rakyat Asril

Jalan H Manaf Lubis (Gaperta Ujung), Kelurahan Kelurahan Tanjunggusta,Kecamatan Medan Helvetia, Kota Medan

No Telephone : 0877-6822-1959 | 061-8441466

Copyright © 2017 Bumantaranews.com, powered by Mahapalamultimedia

To Top