Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto berbicara pada workshop IKM beberapa waktu lalu. Ist

Medan-Bumantara: Salahsatu upaya menjaga dan meningkatkan laju pertumbuhan ekonomi nasional adalah mendongkrak ekspor.

Pemerintah melalui Kementerian Perindustrian pun memacu ekspor bagi pelaku industri kecil dan menengah.

Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Industri (BPPI) Kementerian Perindustrian, Ngakan Timur Antara di Jakarta, Jumat (2/2/2018) menyampaikan, peluang ekspor tidak hanya terbatas pada industri besar.

Tapi pelaku industri kecil dan menengah (IKM) juga memiliki potensi ekspor yang perlu dioptimalkan.

Terlebih lagi, beberapa produk IKM nasional telah unggul di pasar global seperti makanan dan kerajinan.

“Produk IKM kita sangat unik dan cukup kompetitif. Dengan jumlah unit usaha yang banyak, peran IKM juga harus dapat dimaksimalkan,” tuturnya.

Namun demikian, terdapat beberapa tantangan yang harus diselesaikan, antara lain pelaku IKM perlu memahami prosedur dan mekanisme yangharus dilalui supaya produknya bisa diekspor ke luar negeri.

Selanjutnya, sebaran IKM yang berlokasi di beberapa wilayah membutuhkan peran dan fasilitasi dari aparatur pemerintah daerah untuk mendorong kegiatan ekspor.

“Untuk solusinya, Kemenperin telah melakukan beberapa langkah strategis termasuk optimalisasi pemanfaatan fasilitas nonfiskal yang salah satunya berupa pelatihan guna peningkatan pengetahuan dan kapasitas pelaku IKM,” jelasnya.

Kebijakan fasilitas nonfiskal tersebut diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 2 Tahun 2017 tentang Pembangunan Sarana dan Prasarana Industri.

Dalam hal ini, Pusat Penelitian dan Pengembangan Kebijakan Iklim Usaha Industri (Puslitbang KIUI) di bawah BPPI Kemenperin bekerja sama dengan Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Ekspor Indonesia Kementerian Perdagangan.

Kegiatan kerja sama yang dilakukan, antara lain pelaksanaan program pelatihan untuk pelaku IKM. Pada tahun 2017, program tersebut diberikan kepada 30 pelaku IKM di Yogyakarta.

“Kami berharap, dengan adanya program ini, pengetahuan pelaku IKM mengenai mekanisme ekspor, dokumen-dokumen ekspor yang dibutuhkan, standar produk di negara tujuan dan peluang pasar baru ekspor dapat ikut mendorong peningkatan ekspor produk industri dalam negeri,” kata Ngakan.

Sebelumnya, Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto mengungkapkan, pihaknya juga mendorong pelaku IKM agar bisa menangkap peluang pasar di era ekonomi digital dan Industry 4.0 dengan memanfaatkan perkembangan teknologi manufaktur terkini.

“Kami telah meluncurkan program e-Smart IKM, pada awal tahun 2017. Salah satu tujuannya adalah meningkatkan akses pasar melalui internet marketing,” tutur Airlangga.

Kemenperin telah melakukan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama dengan beberapa marketplace dalam negeri, di antaranya Tokopedia, Blibli, Shopee, Bukalapak dan Blanja.

Sepanjang tahun 2017, tercatat lebih dari 1730 pelaku usaha yang telah gabung dalam program e-Smart IKM dari 23 provinsi. Pada 2019, ditargetkan akan mencapai 10 ribu pelaku IKM seluruh Indonesia.

“Dalam program ini juga mendorong para pelaku IKM agar melakukan terobosan inovasi, dengan memperbaiki produk, pengembangan desain, serta mengikuti pendidikan dan pelatihan,” imbuh Airlangga.

Editor: Rakyat Asril

Jalan H Manaf Lubis (Gaperta Ujung), Kelurahan Kelurahan Tanjunggusta,Kecamatan Medan Helvetia, Kota Medan

No Telephone : 0877-6822-1959 | 061-8441466

Copyright © 2017 Bumantaranews.com, powered by Mahapalamultimedia

To Top