Medan

15 PC Himmah Sumut dan IPA Minta Kapolri Klarifikasi Terbuka Soal Ormas Islam

Medan-Bumantara: Terkait pidato Kapolri Jenderal Tito Karnavian yang menyebut hanya ada dua ormas Islam yang berperan dalam berdirinya Negara Indonesia yakni Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah menuai kecaman dan perhatian Pimpinan Cabang Himpunan Mahasiswa Alwashliyah (HIMMAH) Se Sumatera Utara.

Isi pidato yang terkesan mengundang perselisihan dan mengkerdilkan sejumlah organisasi Islam lainnya dalam proses berdirinya Indonesia di masa lalu, dinilai berdampak pada nilai kesatuan dan persatuan.

Ketua Umum HIMMAH Medan Ilham Fauji Munthe didampingi 14 PC HIMMAH di Sumut dan Ketua IPA Medan kepada wartawan dalam siaran pers Kamis (08/02/2018) mengatakan, pernyataan yang disampaikan Kapolri terkesan keliru dan menimbulkan asumsi pemikiran yang tidak mencerminkan wawasan kebangsaan.

“Kami sayangkan, pernyataan yang menimbulkan kontroversi tersebut justru menganggap kami generasi muda yang bertumbuh pada organisasi yang tidak dianggap dan diakui oleh negara sendiri,” ujar Ilham Munthe.

Dijelaskan Ilham, perjuangan ormas Islam dalam memerdekakan Indonesia tidak hanya dilakukan oleh NU dan Muhammadiyah saja.

Banyak ormas Islam lain yang juga turut berperan aktif dan berjuang bersama. Misalnya, Mathla’ul Anwar, persis, Jami’atul Khairat, dan ormas-ormas Islam lain di seluruh penjuru Nusantara.

“Ormas-ormas Islam tersebut juga turut berupaya mempertahankan kemerdekaan Indonesia,” imbuhnya.

Himmah sampai saat ini konsisten terlibat serta membantu pemerintah menumpas gerakan-gerakan yang dapat menciptakan disintegrasi bangsa di masa lalu.

Misalnya, Gerakan 30 September 1965 yang dilakukan oknum dalam internal Partai Komunis Indonesia (PKI).

Senada dengan disampaikan Ketua HIMMAH Tebing Idan Syahri Damanik juga menjabarkan, perjuangan Al Washliyah sebagai ormas Islam dalam memperjuangkan kemerdekaan dan mengisi kemerdekaan adalah fakta sejarah.

“Sehingga pernyataan Kapolri bahwa di luar NU dan MU tidak ada ormas yang berperan dalam perjuangan kemerdekaan adalah pernyataan yang salah dan keliru,” tegasnya.

Lanjut Idan Syahri Damanik, Kapolri harus banyak belajar sejarah lagi, presiden harus mengambil sikap tegas terkait pernyataan tersebut.

Perrnyataan tersebut, Kata Idan, membuat bibit perpecahan di umat Islam tersebar.

“Kami berharap, Kapolri harus meminta maaf kepada ormas Islam di luar NU dan MU khususnya Al Washliyah secara terbuka. Selain meluruskan hal yang keliru, juga menghapus ingatan kebencian yang sempat tertanam pada kami generasi muda yang sampai ini masih aktif menjalankan roda organisasi Himmah di bawah naungan Al Wasliyah,” pungkasnya.

Kader muda Alwashliyah akan berencana menggelar Aksi Damai Serentak se-Sumatera Utara pada tanggal 12 Februari 2018 menyampaikan kepada publik bahwa Al Washliyah bukan perontok keutuhan NKRI.

Adapun ke 15 PC Himmah di Sumut yang tergabung dalam gerakan tersebut selain Himmah Medan yakni:
1. Ketua PC HIMMAH Dairi Hambali Limbong
2. Ketua PC HIMMAH Palas Yakub
3. Ketua PC HIMMAN Tabagsel Asnan Harahap
4. Ketua PC HIMMAH Paluta Hariaman
5. Ketua PC HIMMAH Tj.Balai Fery Fadli
6. Ketua PC HIMMAH Batubara Muhammad Safry
7. Ketua PC HIMMAH Siantar – simalungun Fahri
8. Ketua PC HIMMAH Tebing Idan Sahri Damanik
9. Ketua PC HIMMAH Deli Serdang Maulana Manik
10. Ketua PC HIMMAH Labura Eka Hidayat
11. Ketua HIMMAH Asahan Suaril
12. Ketua HIMMAH Langkat Andika Saputra
13. Ketua HIMMAH Asahan Suaril
14. Ketua HIMMAH Labusel Saibal Putra
15. Ketua IPA Medan Ahlan

Sedikit berbagi sejarah Al Wasliyah di Indonesia, para pendiri Al Washliyah terdiri dari para pelajar yang berusia sekitar 20-26 tahun. Meski masih berusia muda, para pendiri itu memiliki kharisma yang tinggi di lingkungannya.

Di usianya yang relatif muda, mereka telah bersepakat untuk mendirikan organisasi yang menjadi jembatan antara paham kaum tua dengan paham kaum muda.

Adapun yang termasuk sebagai pendiri Al Jam’iyatul Washliyah adalah Ismail Banda, Abdurrahman Syihab, Muhammad Arsyad Thalib Lubis, Adnan Nur Lubis, Syamsudin, Yusuf Ahmad Lubis.

Sebagai akhir, kata mereka, jika nantinya rencana aksi mereka tidak mendapatkan ijin unjuk rasa dari aparat kepolisian.

Editor: Syarief

Jalan H Manaf Lubis (Gaperta Ujung), Kelurahan Kelurahan Tanjunggusta,Kecamatan Medan Helvetia, Kota Medan

No Telephone : 0877-6822-1959 | 061-8441466

Copyright © 2017 Bumantaranews.com, powered by Mahapalamultimedia

To Top