Medan-Bumantaranews: Dugaan kasus kekerasan dengan pemukulan dan penganiayaan dilakukan seorang oknum guru berinisial NH terhadap seorang murid berinisial JM di SMA Negeri 1 Amandraya di Kabupaten Nias Selatan, Sumatera Utara terus menjadi sorotan.

Jika sebelumnya menarik perhatian sejumlah elemen masyarakat dan tokoh organisasi pemuda, kali ini Ketua LPA Provinsi Sumut Munir Ritonga mengakui sudah menyampaikan amanah kepada Ketua LPA Kabupaten Nisel untuk mengadvokasi.

“Sudah di advokasi perwakilan LPA di Kabupaten Nisel. “Ujar Munir Ritonga melalui percapakan via selular aplikasi whatsapp, Senin (05/03/2018).

Menurutnya, informasi dugaan kekerasaan tersebut sudah didengarnya. Akan tetapi untuk perkembangan penanganan kasusnya belum dapat diberitahukan secara detail.

Karena,yang menangani advolasi langsung dari pihal perwakilan di Kabupaten Nisel. “Belum bisa diberitahu, nanti di Kroscek dan dikabari kembali”pungkasnya.

Ditempat terpisah, saat dikonfirmasi ulang kepada paman korban Zaman Mendrova mengakui saat ini prosesnya sudah berjalan.

“Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyelidikan (SP2HP) sudah diterima abang kandung korban Firdaus Mendrova di Nisel.”Ujar Zaman.

Dipaparkan Zaman, saat ini pihak sekolag berusaha melakukan mediasi perdamaian. Akan tetapi, kami keluarga menolak berdamai.

“Kami tidak mau dianggap mempermainkan Hukum. Jadi kami tolak berdamai, biarlah proses hukumnya berjalan. Biar menunjukkan sikap keseriusan menghapuskan intervensi dan kekerasan di Dunia Pendidikan”Jelasnya.

Selain itu, kami juga tak ingin menjadikan Dunia Pendidikan di Kabupaten Nisel terulang kembali perilaku kekerasan terjadi.

Sehingga harapan kami, penuntasan kasus ini menjadi efek jera dan ganjaran keras bagi oknum-oknum lainnya untuk tidak melakukan hal yang sama.

Berbeda dengan harapan keluarga korban, Kasat Polres Nias Selatan AKP Antony Tarigan mengatakan ada fakta berbeda dari hasil visum.

“Lebih baik datang ke kantor aja pak biar kita jelaskan sesuai fakta dan visum dokter”pungkasnya melalui percakapan aplikasi whatsapp, Minggu (04/03/2018) pukul 22.30 WIB.

Disinggung lagi beberapa pertanyaaan seputaran kejanggalan menurut keterangan dan informasi keluarga korban terhadap laporan tersebut, namun tidak mendapatkan jawaban dari mantan Kapolsek Teluk Dalam tersebut.

Editor : Syarief

Jalan H Manaf Lubis (Gaperta Ujung), Kelurahan Kelurahan Tanjunggusta,Kecamatan Medan Helvetia, Kota Medan

No Telephone : 0877-6822-1959 | 061-8441466

Copyright © 2017 Bumantaranews.com, powered by Mahapalamultimedia

To Top