Daerah

Ngaku di Atur Jukir, LIRA Kota Medan: Jawaban Erik Aruan Terlalu Klasik

Teks Foto : Wali Kota DPD LIRA Kota Medan Saman Lubis. Bumantara-red

Medan-Bumantaranews: Munculnya pengakuan dan pernyataan Kepala Biro Pembanngunan Provsu Erik Aruan menanggapi teguran Wakil Walikota Mesan Akhyar Nasution soal larangan parkir di Trotoar menuai kecaman dari Walikota DPD Lumbung Informasi Rakyat (LIRA) Kota Medan.

Pasalnya, sikap Erik Aruan yang terkesan menghiraukan Peraturan Daerah (Perda) dan Peraturan Wali Kota (Perwal) tentang fasilitas umum pedestarian jalur khusus pejalan kaki, seakan menunjukkan sikap dan contoh yang tidak bagus sebagai pejabat pemerintah.

“Menurut hemat kami, alasan yg di sampaikan Erik Aruan tidak logis dan tidak masuk akal. Terlalu klasik,apalagi beliau seorang pejabat seharusnya beliau menjadi contoh yg baik bagi masyarakat.”Ujar Saman Lubis melalui pesan singkatnya, Senin (12/03/2018)

Menurutnya, jawaban Erik Aruan yang tak terima menerima teguran disertai upaya berkilah sembari mengkambinghitamkan juru parkir (Jukir) menunjukkn dirinya perlu di evaluasi terhadap jabatannya.

“Lucu rasanya kalau alasan beliau di arahkan jukir sementara beliau seorang pejabat.”Jelas Saman.

Diharapkan Saman, Pemerintah Kota Medan dalam hal ini Walikota dan Wakil Wali Kota Medan harus benar-benar tegas melakukan penindakan.

 

Dukungan yang diberikan melalui dinas perhubungan sebagai intansi yg berwewenang harus benar-benar. Sehingga peringatan tegas yang dikeluarkan memberikan efek jera kepada pelanggar dan tidak terulang kembali.

“jalur pedestrian telah dibangun oleh Pemko Medan khusus untuk pejalan kaki, Walau pembangunan belum secara merata, disejumlah titik kota jalur ini sudah selesai dan siap digunakan. Namun sayang, di sejumlah jalur pedestrian kerap ditemui penyalahgunaannya dijadikan lokasi parkir. Untuk itu dinas perhubungan harus tegas dan terhadap intruksi walikota medan.”Tegasnya.

Apalagi,lanjut Saman Lubis mengingatkan para pengendara, di ruas jalan di maksud sudah terpasang rambu-rambu lalu lintas dan kalau itu alasan memarkirkan kendaraannya di jalur pestrian menurut saya terlalu klasik.

“Lira meminta Walikota dzulmi eldin untuk tegas dan tidak tebang pilih terhadap kenderaan yg melanggar peraturan”pungkasnya.

 

Sebelumnya, pemilik kendaran Karo Pembangunan Provsu Erik Aruan di no 0811 611 XXX mengakui benar kendaraan dinas miliknya.

Menurut Erik, dirinya memarkirkan kendaraan sesuai pengarahan tukang parkir. “Parkir Saya disitu karena diatur oleh tukang parkir (jukir, red) . “Kilah Erik melalui pesan singkatnya.

Menurutnya, keingiannnya memarkirkan kendaraan dilokasi larangan tersebut karena terikut puluhan mobil lainnya yang terparkir bersamaan yang pemiliknya sedang berolahraga.

“Ada puluhan mobil yabg parkir pada saat itu. Karena bertepatan Hari libur minggu dan seluruh yang membawa mobil berencana mengikuti olah raga di Lapangan Merdeka. Makasih.”pungkasnya secara berulang-ulang lewat pesan singkatnya.

Editor : Edi S Tamba

Jalan H Manaf Lubis (Gaperta Ujung), Kelurahan Kelurahan Tanjunggusta,Kecamatan Medan Helvetia, Kota Medan

No Telephone : 0877-6822-1959 | 061-8441466

Copyright © 2017 Bumantaranews.com, powered by Mahapalamultimedia

To Top