Air Bersih. Bumantara-Ist

Medan-Bumantaranews: Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara (Sumut), Pemerintah Kota (Pemko) Tebingtinggi dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serdangbedagai, serta Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakat (PUPR) menjajaki pendirian Sistem Penyediaan Air Minum Regional Serdangbedagai Tebingtinggi (SPAM Regional Seriti).

Pelaksana tugas (Plt) Sekretaris Daerah Provinsi Sumut (Sekda Provsu) Ibnu Hutomo memimpin rapat pembahasan usulan kesepakatan bersama pendirian SPAM Regional Seriti yang juga melibatkan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakat (PUPR), di Kantor Gubernur Sumatera Utara (Gubsu), Rabu (21/03/2018).

Hadir dalam kesempatan itu, Walikota Tebingtinggi Ir H Umar Zunaidi Hasibuan MM, Sekda Kota Tebingtinggi Johan Samose Harahap, mewakili Direktorat Pengembangan SPAM Direktorat Jenderal Cipta Karya Darmawel Umar, mewakili Satker PSPAM Sumut Popy Pradianti, Zulfa Ermiza dari USAID IUWASH Plus, mewakili Direktorat Jenderal Sumber Daya Alam, dan unsur Pemprov Sumut.

Plt Sekda Ibnu Hutomo menilai pendirian SPAM Regional Seriti diperlukan dalam upaya memenuhi kebutuhan air bersih bagi masyarakat di Serdangbedagai dan Tebingtinggi.

“Penyediaan air minum dan air bersih merupakan pelayanan dasar yang sangat dibutuhkan masyarakat. Ini penting karena ketersediaan dan keterjangkauan air bersih sangat terkait dengan daya saing suatu daerah,” ujar Ibnu Hutomo.

Dikatakannya, pendirian SPAM Seriti tersebut diharapkan akan menjawab kebutuhan air bersih kedua daerah dengan pembiayaan yang lebih efisien. Pemprov menurutnya akan ikut ambil peran dalam mewujudkan pendirian SPAM Seriti tersebut.

Kerjasa sama dalam upaya penyediaan air minum antara Tebingtinggi dan Serdangbedagai sebenarnya telah dijajaki sejak tahun 2012 oleh kedua pihak. Kedua daerah telah mengawali dengan penandatanganan kerjasama antara Pemkab Serdangbedagai dan Pemko Tebingtinggi.

Namun karena minimnya anggaran biaya untuk pembangunannya, kerjasama tersebut belum dapat ditindaklanjuti.

Walikota Tebingtinggi Umar Zunaidi mengatakan, pihaknya juga sudah menjajaki kerjasama dengan perusahaan asal Korea untuk pembangunan SPAM. Namun berdasarkan hasil Feasibility Study ternyata nilai investasinya cukup besar, sehingga berdasarkan hasil kajian itu, besaran harga air nilainya tidak terjangkau masyarakat.

“Melalui SPAM Regional dimungkinkan pembiayaan yang lebih efisien, sehingga nantinya harga air bersih lebih terjangkau,” ujar Umar.

Umar Hasibuan mengatakan, sumber air baku untuk SPAM Regional Seriti nantinya berasal dari Sungai Padang yang mengalir di Tebingtinggi. Karenanya, proses pendirian SPAM Regional Seriti akan memperhatikan dan selaras dengan proses normalisasi Sungai Padang yang saat ini sedang diupayakan. “Rencananya normalisasi Sungai Padang bertahap hingga tahun 2024,” kata Umar.

Hingga saat ini baru satu SPAM Regional yang sudah mulai berjalan proses pendiriannya di Sumut, yaitu SPAM Regional Mebidang (Medan-Binjai-Deliserdang). Pembangunannya melibatkan kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Pemprov Sumut, Pemko Medan, Binjai dan Pemkab Deliserdang untuk Semua (IUWASH PLUS).

SPAM Regional Mebidang lanjutnya, direncanakan dibangun pada tahun ini dengan kapasitas 2.200 liter per detik. Serta Program USAID Indonesia Urban Water, Sanitation and Hygiene Penyehatan Lingkungan.

Penulis : Otti Batubara
Editor : Syarief

Jalan H Manaf Lubis (Gaperta Ujung), Kelurahan Kelurahan Tanjunggusta,Kecamatan Medan Helvetia, Kota Medan

No Telephone : 0877-6822-1959 | 061-8441466

Copyright © 2017 Bumantaranews.com, powered by Mahapalamultimedia

To Top