Daerah

Lulus Adsminitrasi, LETRAS Sumut: Pentingnya Moralitas Calon Sekda Provsu

Bumantara-Ist

Medan-Bumantaranews: Munculnya 5 nama calon Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Sumatera Utara (Provsu) yang lolos seleksi Administrasi tertulis dalam berita acara pengisian jabatan pimpinan Tinggi madya sekretaris daerah Provinsi Sumatera Utara.

Nomor:004/SPJPTM/III/2018 tanggal 10 Maret 2018 tentang Jabatan Pimpinan Tinggi Madya Sekdaprovsu,yang ditandatangani Ketua Panitia Seleksi I Nyoman Arsa pada 16 Maret 2018 menarik pandangan sejumlah elemen masyarakat Sumatera Utara.

Kelima nama yang muncul yakni, Kadis Pendidikan Arsyad Lubis, Kadis Lingkungan Hidup Binsar Situmorang, Kadis Kominfo HM Fitriyus, mantan Asisten II Ekomomi Pembangunan (Ekbang) Setdaprovsu Hj Sabrina, dan Kepala Badan Pengelola dan Retribusi Daerah Sarmadan Hasibuan, diharapkan bersih dari jeratan hukum serta track record negative seperti scandal hubungan asmara terlarang.

Hal tersebut tegas disampaikan Direktur Executive Lembaga Transparansi SumutHendrico, kepada Bumantara Jumat (23/03/2018), menilai
Jabatan Sekda Provsu merupakan posisi tertinggi dan sangat berpengaruh terhadap maju mundurnya pertumbuhan pembangunan di suatu provinsi.

“Selain menjadi panutan seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN), Jabatan Swkda Privsu merupakan unsur pembantu pimpinan pemerintah daerah.”Ujarnya.

Selain itu pula, lanjut Hendrico memaparkan, Sekretaris daerah juga bertugas membantu kepala daerah dalam menyusun kebijakan dan mengkoordinasikan dinas daerah dan lembaga teknis daerah.

Dalam pelaksanaan tugas dan kewajibannya, sekretaris daerah bertanggung jawab kepada Kepala Daerah karena kedudukannya sebagai pembina ASN Atau pegawai negeri sipil (PNS) di daerahnya.

“Tanggungjawab yang besar terhadap sejumlah tugas itu kiranya diwajibkan harus Benar-benar bersih dari indikasi kasus hukum serta tidak cacat moral”tgegasnya.

Diocontohkannya seperti kasus yang menimpa Sekda sebelumnya Hasban Ritonga yang sempat terseret dugaan kasus lahan sirkuit IMI sempat berstatus tersangka dan sempat non-aktif.

Secara otomatis, proses adsminitrasi surat menyurat dan beberapa tugas lainnya sudah pasti terganggu. Apalagi, jika berkaitan terhadap seputusan seperti penyusuanan anggaran pendapatan belanja daerag (APBD).

“Persoalan itu sempat bergejolak, dan berdampak negative terhadap Sumut”kata Hendrico.

Kemudian, kenapa kami mengharapkan jabatan Sekda Provsu tidak cacat moral. Artinya, kata Hendrico menjelaskan, seorang yang bermoral berarti memiliki nilai positif didalm dirinya sehingga menjadi nilai plus untuk dijadikan panutan.

Begitu sebaliknya, cacat moral berarti memiliki nilai negative didirinya sehingga ada pertimbangan manusia yang melihatnya untuk dijadikan panutan.

“Berkaitan jabatan Sekda Provsu merupakan panutan utama di jajaran ASN, sehingga perlunya nilai-nilai positive yang tergambar sehingga bisa memberikan contoh”Jelasnya.

Sepeti halnya, lanjut Hendrico mengingatkan, banyak yang sudah kita lihat beberapa kepaa daerah yang cacat moral tejerat skandal seks dan hubungan terlarang ,apakah masih layak di jadikan panutan.

Untuk itu, lanjut Hendrico sebelum mengakhiri percakapan, menegaskan dan mengingatkan panitia seleksi untuk benar-benar selektif serta tidak hanya melihat gelar pendidikan dan karir. Nilai moral dan track record turut menjadi pertimbangan.

“Lembaga Transparansi (LETRAS) Sumut akan mengawal proses seleksi Sekda Provsu hingga nantinya 3 nama di usulkan ke Mendagri. Pentingnya seorang pejabat bermoral yang dibutuhkan Provinsi Sumut saat ini.”Pungkasnya.

 

Editor : Syarief Hidayat

Jalan H Manaf Lubis (Gaperta Ujung), Kelurahan Kelurahan Tanjunggusta,Kecamatan Medan Helvetia, Kota Medan

No Telephone : 0877-6822-1959 | 061-8441466

Copyright © 2017 Bumantaranews.com, powered by Mahapalamultimedia

To Top