Ikhyar Velayati

Medan-Bumantara: Puisi yang dibawakan Sukmawati Soekarnoputri benar-benar membuat banyak orang kecewa.

Apalagi puisi Yang dibawakan di acara 29 Tahun Anne Avantie Berkarya di Indonesia Fashion Week 2018 itu dinilai masuk dalam kategori ujaran kebencian (hatespeech) dan menyebar permusuhan.

Ketua PKNU Sumut Muhammad Ikhyar Velayati saat diwawancarai, Rabu (4/4/2018) menyatakan puisi yang dibawakan tersebut masuk ke ranah pidana.

Yakni UU No 18 Tahun Tahun 2016 tentang ITE dan pasal 156a KUHP.

Disebutkan dalam pasal itu yakni dipidana dengan pidana penjara selama-lamanya 5 tahun barang siapa dengan sengaja di muka umum mengeluarkan perasaan atau melakukan perbuatan yang pada pokoknya bersifat permusuhan, penyalahgunaan atau penodaan terhadap suatu agama yang dianut di Indonesia.

Ikhyar menjelaskan ranah pidananya karena puisi Sukmawati telah melecehkan prinsip dasar dan ibadah Agama Islam dan punya tendensi permusuhan.

“Anda akan bertanya, di mana letak permusuhan, penyalahgunaan dan penodaan terhadap suatu agama yang dianut di Indonesia dalam puisi tersebut, hal ini bisa kita lihat dari isi puisi yang membandingkan azan dengan Kidung serta cadar dengan tusuk konde,” kata Ikhyar.

Kemudian dugaan penghinaan kedua yang dilakukan oleh Sukmawati mengenai azan dibandingkan dengan kidung Indonesia. Menurut Ikhyar, Sukmawati gagal paham dalam memaknai tentang azan.

Azan bukan semata mata lagu penghibur sebelum sholat, tetapi azan merupakan seruan kepada umat islam untuk membritahu masuknya waktu sholat lima waktu yang ditetapkan oleh syariat.

“Jadi persoalannya bukan enak didengar atau tidak. Walaupun ada syarat syarat tertentu seorang menjadi muazzin, bahwa kalau bisa yang suaranya indah dan keras,“ imbuh Ikhyar.

Ikhyar menyindir Sukmawati dengan pepatah lama melayu.

“Awak tak pandai menari, jangan Lantai yang disalahkan. Awak yang tak paham tentang agama dan nilai nilai Islam, jangan azan dan cadar yang dikritisi,” kata Ikhyar.

Ikhyar menambahkan fenomena Sukmawati ini telah dijelaskan jauh hari oleh Alqur’an.

“Dan apabila kamu menyeru (mereka) untuk (mengerjakan) shalat, mereka menjadikannya sebuah ejekan dan permainan. Yang demikian itu adalah karena mereka benar-benar kaum yang tidak mau mempergunakan akal,” ungkap Ikhyar mengutip QS. Al-Ma’idah 58.

Editor: Rakyat Asril

Jalan H Manaf Lubis (Gaperta Ujung), Kelurahan Kelurahan Tanjunggusta,Kecamatan Medan Helvetia, Kota Medan

No Telephone : 0877-6822-1959 | 061-8441466

Copyright © 2017 Bumantaranews.com, powered by Mahapalamultimedia

To Top