Medan

Soal Pasar Marelan: Kalau Walikota Diam, Berarti Biarkan Pungli

Saharuddin

Medan-Bumantara: Kisruh Pasar Marelan kian meruncing. Elemen rakyat menuntut Walikota Medan Dzulmi Eldin berani buka suara soal kasus tersebut.

Informasi dihimpun wartawan, Jumat (6/4/2018), kisruh ini bermula dari amburadulnya pendataan pedagang yanga akan berjualan di pasar tradisional yang baru dibangun Pemko Medan itu.

Banyak pedagang tidak mendapatkan lapak meski sudah merogoh kocek jutaan rupiah dan mendapat buku kuning sebagai pemilik lahan dagangan.

Ironisnya, Persatuan Pedagang Pasar Tradisional Marelan (P3TM) diduga sesuka hati menerapkan pengutipan kepada calon pedagang yang akan berjualan di sana.

Parahnya lagi, Pemko Medan memberikan pengerjaan fisik bangunan Pasar Marelan itu kepada P3TM.

Tokoh Masyatakat Medan Utara, Saharuddin yang dimintai pendapatnya mengaku prihatin dengan buruknya pengelolaan pasar tradisional oleh Pemko Medan.

“Khusus soal Pasar Marelan ini, kita sudah laporkan ke Polres Belawan soal dugaan pungli. Kami juga menuntut agar P3TM atau PD Pasar membuka data pedagang yang memperoleh lapak dan harga jual lapak atau kios tersebut,” urai Saharuddin.

Khusus soal adanya praktik jual-beli lapak itu, Saharuddin menyayangkan ketiadaan payung hukumnya.

“Jadi suka-suka aja menetapkan harga. Harusnya Walikota Medan buat Surat Edaran soal harga itu. Walikota Medan harus buka suara, kalau tidak berarti ada pembiaran dari Walikota Medan soal adanya pungli. Kami menuntut agar Walikota juga mencopot PD Pasar Medan,” tegas Saharuddin.

Forum diskusi soal pasar marelan

Saharuddin juga mendesak P3TM melaporkan kepada publik soal neraca keuangan secara transparan kepada pedagang

“Hal ini dimungkinkan karena P3TM adalah lembaga dari pedagang, oleh pedagang untuk pedagang, diindikasikan bukan kontraktor dan pemenang tender,” imbuh Saharuddin.

Lalu bagaimana dengan indikasi pungli yang sudah berjalan?

Menjawab itu, Saharuddin mendesak aparat penegak hukum baik kepolisian dan kejaksaan segera mengusutnya.

“Kami sudah laporkan ke Polres Belawan dan akan kami sampaikan juga ke Kapolda Sumatera Utara,” katanya.

Editor: Rakyat Asril

Jalan H Manaf Lubis (Gaperta Ujung), Kelurahan Kelurahan Tanjunggusta,Kecamatan Medan Helvetia, Kota Medan

No Telephone : 0877-6822-1959 | 061-8441466

Copyright © 2017 Bumantaranews.com, powered by Mahapalamultimedia

To Top