Medan

Keluarga Mendiang Aksioma Sayangkan Berita Klaim Sihar Sitorus

Medan-Bumantara: Keluarga mendiang Aksioma Waruwu, TKI yang meninggal dunia di Jepang beberapa waktu lalu, berterimakasih pada semua pihak yang sudah membantu pemulangan jenazah Aksioma.

Namun dari informasi dihimpun, Selasa (10/4/2018) pihak keluarga membantah upaya pemulangan jenazah Aksioma karena andil dan klaim orang perorang.

“Kami mau meluruskan. Pada prinsipnya kami sangat berterimakasih atas bantuan semua pihak. Seperti KBRI Jepang, masyarakat Indonesia di Jepang, Bapak Suasana Dachi serta pihak lain yang sudah membantu termasuk Sihar Sitorus yang katanya menelpon Menkum HAM. Namun sangat disayangkan, ada berita yang saya baca bahwa kami yang mendatangi Posko Djoss,” kata Sejahtera Waruwu, abang kandung mendiang Aksioma Waruru.

Sejahtera Waruwu tidak menginginkan suasana duka keluarga mereka dimanfaatkan untuk kepentingan politik .

“Saya sedang berduka. Kami tidak mau hal ini dijadikan komoditas politik. Saya tidak mau orang-orang yang sudah membantu adik saya ini tersinggung atas berita itu. Sebab keluarga sangat menghormati banyak pihak yang sudah membantu dengan ikhlas, tanpa kepentingan apapun selain persaudaraan dan kemanusiaan,” katanya,” kata Sejahtera.

Dia menegaskan, tidak boleh satu pihak mengklaim paling berjasa memulangkan jenazah Aksioma.

“Sebab banyak pihak terlibat. KBRI Jepang sangat aktif, komunitas masyarakat Indonesia baik Muslim dan Kristen mengumpulkan dana untuk pemulangan jenazah Aksioma,” kata Sejahtera.

Diketahui, Aksioma masuk rumah sakit di Jepang pada Minggu (1/4/2018). Pada Senin keluarga mendapatkan kabar itu, dan kemudian membuat status di FB meminta tolong pada warga Indonesia di Jepang untuk membantu Aksioma.

Kemudian Rabu (4/4/2018) pagi, Aksioma meninggal. Pada siang harinya keluarga minta bantu pemulangan jenazah juga memuatnya di FB sekitar 680.000 Yen.

Biaya itu dibutuhkan karena perusahaan tempat Aksioma bekerja tidak membantu. Kemudian dari sini banyak pihak yang bergerak mengumpulkan donasi.

Pada Jumat (6/4/2018) Suasana Dachi (Anggota DPR RI asal Nias) berkoordinasi langsung ke KBRI Jepang.

Pada Jumat sore, KBRI melaporkan ke Suasana Dachi, jenazah siap dipulangkan ke Indonesia dan menunggu proses kargo pada hari Senin (9/4/2018) karena hari Sabtu dan Minggu, kargo di Jepang tidak beroperasi.

Pada Sabtu (7/4/2018) malam sekitar pukul 19.23 WIB muncul berita bahwa keluarga Aksioma yang mendatangi Posko Djoss untuk meminta bantuan agar jenazah Aksioma segera dipulangkan ke Indonesia.

“Jadi yang benar itu adalah Pak Sihar menelpon saya menyampaikan dukacita. Bukan kami yang mendatangi Posko Djoss,” kata Sejahtera.

Setelah itu, Pashe juga dihubungi pihak mengaku relawan muda Djoss bernama Mercy Zagoto agar bisa datang ke Posko Djoss di Medan.

“Saya bilang saya gak bisa. Tapi saya bilang ada adik-adik mahasiswa asal Nias yang mungkin bisa berkunjung ke posko Djoss di Medan,” kata Pashe.

Disinggung bantuan apalagi yang diberikan Sihar Sitorus selain menelpon Menkum HAM, Pashe menjawab tidak ada.

Editor: Rakyat Asril

Jalan H Manaf Lubis (Gaperta Ujung), Kelurahan Kelurahan Tanjunggusta,Kecamatan Medan Helvetia, Kota Medan

No Telephone : 0877-6822-1959 | 061-8441466

Copyright © 2017 Bumantaranews.com, powered by Mahapalamultimedia

To Top