Teks Foto: Wahyudi Hardianto Ketua Umum terpilih GPII Sumatera Utara masa bhakti 2018-2021.

Medan-Bumantara: Debat kandidat calon gubernur (Cagub) dan calon wakil gubernur (Cawagub) yang diselenggarakan  Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sumatera Utara (Sumut),Sabtu (4/5/2018) di Hotel Santika Dyandra Convention Center menarik perhatian, kritik dan saran sejumlah elemen masyarakat.

Pasalnya, rangkaian kegiatan yang dipastikan menjadi momen penting bagi masyarakat untuk mengawal pertumbuhan dan perkembangan Provinsi Sumut 5 tahun ke depan melalui visi misi yang disampaikan para calon secara terbuka.

“Untuk itulah, Gerakan Pemuda Islam Indonesia (GPII) Sumatera Utara sebagai salah satu elemen pemuda di Sumatera Utara berharap, kiranya ajang ini berfokus pada penyampaian ide-ide dan gagasan para pasangan calon yang dituangkan dalam visi-misi dan rencana program.” Ujar Wahyudi Hardianto Ketua Umum terpilih GPII Sumatera Utara masa bhakti 2018-2021.

Menurut Wahyudi, cara Cagub dan Cawagubsu dalam  menyampaikan Visi Misi mengandung nilai penting.

Dimana, para calon dapat mempengaruhi serta mendapatkan nilai positiv dan negative secara langsung dari masyarakat yang merupakan sebagai pemilih.

“Acara debat Cagub dan Cawagubsu dinilai begitu penting bagi publik, agar benar benar tau apa dan bagaimana para pasangan calon gubernur/ wakil gubernur memiliki dan menyampaikan visi, misi, gagasan dan rencana program yang akan dijalnkannya jika kelak terpilih. “tegasnya.

Selain itu, lanjut Wahyudu selaku Ketua GPII Sumut terpilih berharap, dalam forum debat itu tidak lagi muncul isu-isu primordial dan sektarian yang menyangkut soal putra daerah-non putra daerah, soal suku, agama , ras, antar golongan dan seterusnya.

Isu-isu kurang produktif untuk dimunculkan para pasangan calon ke public dan membuat situasi di masyarakat kurang kondusif.

“Sebaiknya didalam forum yang baik itu, nantinya masyarakat publik sebagai pemilih paham dan tau apa yang ada dalam pikirian calon dan bagaimana merealisasiknnya jika kelak terpilih. Bukan sebaliknya” Himbaunya.

Disamping itu, Harapan GPII Sumatera Utara ini penting untuk disampaikan ke publik, karena belakangan muncul beberapa opini yang berusaha untuk mendeskriditkan kalangan dan kelompok tertentu dalam uapaya dukung mendukung pasangan Calon Gubernur/wakil Gubernur.

“Kami bermohon kepada pasangan calon, tim sukses, relawan, pendukung dan simpatisan, sebaiknya focus pada upaya pemenangan dengan menyampaikan kekuatan, kelebihan, visi, misi, ide, gagasan dan rencana program para pasangan calon baik nomor 1 maupun nomor 2, tanpa harus dibumbui dengan isu-isu sectarian dan primordialisme sehingga kita nantinya akan memiliki pemimpin yang benar benar cinta akan masyarakatnya dan mampu membangun Sumatera Utara ke arah yang lebih baik.”Pungkas  Wahyudi Ketua Umum PW GPII Sumatera Utara.

Terpisah, informasi lainnya diperoleh, perhelatan debat kandidat yang rencana akan disiarkan secara live oleh dua stasiun televisi nasional konon juga menjadi perhatian serius aparat kepolisian.

Aparat kepolisian jajaran Polrestabes Medan, dipastikan menurunkan kurang lebih 500 personel gabungan untuk mengantisipasi dan pengamanan.

Harapannya, acara debat kandidat bisa berjalan dengan baik serta terhindar dari tindakan melawan hukum .

Selain bentuk keseriusan aparat kepolisian, juga sebagai jawaban sikap netral  penegak hukum secara khusus aparat kepolisian dalam penyelenggaran pemilihan kepala daerah di Sumatera Utara.

Editor : Syarief

Jalan H Manaf Lubis (Gaperta Ujung), Kelurahan Kelurahan Tanjunggusta,Kecamatan Medan Helvetia, Kota Medan

No Telephone : 0877-6822-1959 | 061-8441466

Copyright © 2017 Bumantaranews.com, powered by Mahapalamultimedia

To Top