Teks foto: Kabid Humas Polda Sumut AKBP Tatan Dirsan Atmaja, Sik. Bumantara-ist

Medan-Bumantara: Mantan Bupati Tapanuli Tengah Raja Bonaran Situmeang dilaporkan atas dugaan penipuan dan penggelapan pada saat menjabat sebagai bupati Tapanuli Tengah pada 2013 lalu. Dalam kasus ini, terlapor diduga menggelapkan dana 3,5 miliar rupiah, Jumat, (18 mei 2018).

Kabid Humas Polda Sumut AKBP Tatan Dirsan Atmaja, Sik mengatakan pelapor Efendi Manurung, dalam laporan polisi nomor : LP/555/ V/ 2018/SPKT I tanggal 1 mei 2018 melaporkan Raja Bonaran Situmeang dkk.

Dari keterangan pelapor, bahwa terlapor Raja Bonaran Situmeang memerintahkan anak buahnya untuk melakukan pengutipan kepada sejumlah calon pegawai negeri sipil (CPNS) sebesar 120 hingga 150 juta rupiah, dengan imbalan nantinya akan lulus menjadi pegawai negeri sipil.

“Ya, benar ada laporan tersebut, di Polda, korbannya lebih dari 1 (satu) orang, dari hasil pemeriksaan saksi dan bukti-bukti yang ada, dilakukan gelar perkara dan status terlapor sudah ditinggkat menjadi tersangka,” ungkap Tatan.

Dalam dugaan kasus ini, terlapor akan dijerat dengan pasal 378 dan 372 KUHP. Penetapan status tersangka, papar Tatan, dikarenakan unsur unsur perbuatan pidana tersebut terpenuhi, dari saksi hingga barang bukti.

Dari hasil penyelidikan sementara, tersangka Bonaran memerintahkan anak buahnya untuk melakukan pengutipan liar diluar prosedur yang berlaku, dan uang tersebut dinikmati olehnya dan jaringannya.

“Yang dilaporkan dalam kasus ini penipuan dan penggelapan, lebih dari 1 (satu) orang, tapi untuk saat ini baru Bonaran yang sudah ditingkatkan menjadi Tersangka,” ungkapnya.

Sayang, Polda Sumut belum berkenan membeberkan siapa saja nama korban dan terlapor dalam kasus ini karena masih dalam melakukan penyidikan, dan kemungkinan masih ada juga masyarakat yang akan melaporkan berkaitan dengan kasus penipuan tersebut 8.

Raja Bonaran Situmeang berpasangan dengan Syukran J Tanjung menjadi bupati dan wakil bupati Tapanuli Tengah. Pada saat Raja Bonaran tersandung kasus, posisi bupati digantikan oleh Syukran J Tanjung.

Kini keduanya tersandung kasus penipuan dan penggelapan, laporannya di Polda Sumut, dalam kasus yang berbeda.

“Untuk nama-nama korban Nanti saja ya, atau silahkan tanya sama penyidik,” tutup Tatan.

Editor : Edi S

Jalan H Manaf Lubis (Gaperta Ujung), Kelurahan Kelurahan Tanjunggusta,Kecamatan Medan Helvetia, Kota Medan

No Telephone : 0877-6822-1959 | 061-8441466

Copyright © 2017 Bumantaranews.com, powered by Mahapalamultimedia

To Top