Medan-Bumantara: Kepolisian Daerah Sumatera Utara mengeluarkan surat perintah pada 26 Juni 2018 atau sehari jelang Pilgub Sumut.

Isi surat bernomor Sprin/1472/VI/2018 yang diteken Wakapolda Sumut Brigjen Agus Andrianto itu menugaskan 219 anggota kepolisian shalat subuh berjamaah pada 27 Juni 2018.

Surat itu kini beredar luas di jejaring sosial.

“Di samping tugas dan tanggungjawab sehari-hari, ditunjuk untuk melaksanakan shalat subuh berjamaah di masjid sesuai ploting di wilayah Kota Medan dan sekitarnya pada Rabu 27 Juni 2018,” demikian salahsatu perintah di surat itu.

Surat itu juga memerintahkan agar anggota menjalankan tugas sesuai arahan dan petunjuk pimpinan.

Terhadap surat perintah itu, Ketua Umum Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Sumut Zulchairi Pahlawan angkat bicara.

Pertama, kata Zulchairi, dirinya berterimakasih kepada Wakapolda Sumut yang telah memerintahkan jajarannya untuk shalat subuh berjamaah.

“Alhamdulillah, semoga iman Pak Wakapolda Sumut dan jajarannya makin kuat dan mantap. Terimakasih telah memberi kesempatan kepada anggota kepolisian turut meramaikan subuh berjamaah di masjid-masjid,” imbuh Zulchairi.

Kedua, sambung Zulchairi, gerakan subuh berjamaah tetap dilaksanakan saat Pilkada dan setiap harinya.

“Shalat adalah perintah Allah. Umat Islam wajib melaksanakannya lima waktu dalam sehari. Dan Insha Allah ke depan, subuh berjamaah bisa seramai Shalat Jumat di masjid-masjid. Kemenangan Islam makin nyata,” kata Zulchairi.

Zulchairi juga mengingatkan kepada Umat Islam agar melaksanakan Subuh Berjamaah di setiap harinya.

“Subuh berjamaah bukan untuk besok saja tapi setiap hari. Insha Allah subuh adalah awal kemenangan,” tukas Zulchairi.

Sebelumnya Ketua PKNU Sumut Ikhyar Velayati Surat menilai umat Islam akan merasa masjid dan kegiatan ibadahnya dicurigai dengan surat perintah Wakapolda Sumut tersebut.

“Padahal umat Islam nerupakan mayoritas di negara ini. Surat perintah dan penugasan ini bisa ditafsirkan polisi berpihak pada salah satu paslon,” ujarnya.

Ikhyar menandaskan bahwa ibadah merupakan hal yang sangat privasi sifatnya, seseorang beribadah merupakan atas kesadaran dan juga keimanan, bukan atas surat perintah. Kedua, orang beribadah harus ikhlas niatnya bukan karena perintah atasan. Ketiga, negara tidak boleh mengintervensi keyakinan seseorang,” katanya.

Editor: Rakyat Asril

Jalan H Manaf Lubis (Gaperta Ujung), Kelurahan Kelurahan Tanjunggusta,Kecamatan Medan Helvetia, Kota Medan

No Telephone : 0877-6822-1959 | 061-8441466

Copyright © 2017 Bumantaranews.com, powered by Mahapalamultimedia

To Top