Irham Buana Nasution dan Ahmad Doli Kurnia Tanjung memberi keterangan pers di kantor Golkar Sumut Kamis 28 Juni 2018.

Medan-Bumantara: Hasil hitung cepat Pilkada serentak sudah diketahui melalui rilis lembaga survey.

Dari hasil itu, Golkar Sumatera Utara menjadi kontributor terbesar untuk kemenangan 171 Pilkada Serentak yang diusung Partai Golkar.

Hal itu diungkap Wakil Ketua Korbid Pemenangan Pemilu Wilayah Sumatera Ahmad Doli Kurni Tanjung dalam keterangan resmi, Kamis (28/6/2018) di Kantor Golkar Sumut.

Diterangkan Doli, dari 17 Pilkada Gubernur se-Indonesia, ada 9 provinsi yang dimenanangkan paslon yang diusung Partai Golkar.

“Salahsatunya Pilgub Sumut yang dimenangkan pasangan Edy Rahmayadi-Musa Rajekshah,” kata Doli.

Sementara dari 171 Pilkada serentak di kabupaten/kota se-Indonesia, Partai Golkar memenangkan 35 Pilbup/Pilwako yang paslonnya diusung dan didukung oeh Partai Golkar.

“Di Sumut ada 6 Pilkada Kabupaten/Kota yang diusung dan didukung Partai Golkar menang sebanyak 75 persen. Tentu hasil hitung cepat tidak melegitimasi tapi dari pengalaman yang ada hasil hitung cepat tidak jauh berbeda dengan real count KPU. Ini cukup menggembirakan,” imbuh Doli Kurnia.

Bagaimana dengan penghitungan manual dilakukan KPU?

Menyikapi pertanyaan itu, Doli menegaskan pihaknya mengapresiasi penyelenggaraan Pilkada 2018 yang berlangsung baik.

“Soal hitung manual tetap kami imbau agar penyelenggara bisa bebas dari kepentingan manapun,” kata Doli.

Di tempat yang sama, Sekretaris Golkar Sumut Irham Buana Nasution mengatakan Pilkada Gubernur di Sumut berjalan baik. Khususnya mengenai tingkat partisipasi pemilih yang mencapai 70 persen.

“Sampai tadi siang dari penghitungan kita tingkat partisipasi pemilih mencapai 65-70 persen. Angka ini jauh lebih baik dibanding 2 Pilgubsu lalu. Ini baik bagi demokrasi kita ke depan,” kata Irham.

Soal persentase pemilih Partai Golkar, Irham mengatakan jumlah pemilih Partai Golkar tidak melenceng jauh dari yang ditargetkan pada Pilkada serentak di Sumut.

Yakni sejuta suara untuk pasangan Edy Rahmayadi-Musa Rajekshah (Eramas) seperti yang diplenokan sebelum Pilgubsu 27 Juni 2018.

“Pemilih Golkar mencapai 80 persen artinya ini tidak bergeser jauh dari yang ditargetkan untuk Eramas,” ujar Irham.

Irham menandaskan bahwa hasil Pilkada Serentak yang diraih Partai Golkar menjadi tolok ukur menghadapi Pileg dan Pilpres 2019.

Oleh karena itu pihaknya optimis menghadapi dan memenangjan Pileg dan Pilpres 2019.

“Bahwa Pilkada ini warming up mesin Partai Golkar. Kita optimis pada Pileg bisa kita menangkan. Pilpres kita sudah memutuskan mengusung Bapak Joko Widodo. Mudah-mudahan hasil ini bisa menjadi pertimbangan bagi Pak Jokowi untuk menggandeng Ketum Partai Golkar menjadi Cawapres pada Pilpres 2019,” kata Irham.

Ditegaskan Irham, nama Ketum Partai Golkar Airlangga Hartarto didorong menjadi Cawapres Jokowi bukan tanpa alasan.

“Arus bawah Golkar se Indonesia menginginkan Ketum Partai Golkar Bapak Airlangga Hartarto menjadi cawapres Jokowi,” imbuh Irham.

Editor: Rakyat Asril

Jalan H Manaf Lubis (Gaperta Ujung), Kelurahan Kelurahan Tanjunggusta,Kecamatan Medan Helvetia, Kota Medan

No Telephone : 0877-6822-1959 | 061-8441466

Copyright © 2017 Bumantaranews.com, powered by Mahapalamultimedia

To Top