Saharuddin saat aksi menyoal evakuasi korban KM Sinar Bangun

Medan-Bumantara: Tim assessment (penilai) UNESCO dikabarkan akan turun ke kawasan Danau Toba mulai hari ini 1 Agustus 2018 sampai 5 Agustus 2018.

Supaya mendapatkan pengakuan dunia dan badan PBB tersebut, Danau Toba harus berbenah. Mulai dari infrastruktur hingga sumber daya lainnya

Demikian dikatakan Juru Bicara Ratna Sarumpaet Crisis Center (RSCC) Saharuddin, Rabu (1/8/2018).

Menurutnya, tujuh kabupaten kawasan Danau Toba yaitu Simalungun, Toba Samosir, Tapanuli Utara, Humbang Hasundutan, Dairi, Karo dan Samosir menjadi penentu penting atas capaian dimaksud, integrasi harus terbangun antar kabupaten itu.

Lalu adakah kaitan kegiatan penilai Unesco itu sehingga evakuasi korban KM Sinar Bangun dihentikan mendadak?

Menjawab itu, Saharuddin menilai Menko Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan punya jawabannya sendiri.

Namun Saharuddin menilai bahwa sektor pariwisata dan kebudayaan yang selama ini digemborkan Badan Otorita Danau Toba (BODT) terkena dampak dari penanganan KM Sinar Bangun yang tenggelam di Danau Toba 18 Juni 2018.

“Penilaian GKT (Geopark Kaldera Toba) mereka harapkan bisa mendongkrak pariwisata Danau Toba. Baik turis lokal ataupun mancanegara, paradoks dengan nilai-nilai kemanusiaan yang teekesan mereka abaikan dengan menjadikan Danau Toba sebagai kuburan massal dan monumen kedukaan,” ujar Saharuddin.

Menurutnya, kegigihan pemerintah mewujudkan pengakuan UNESCO untuk Danau Toba patut diapresiasi.

“Namun kita hanya menuntut perlakuan sebanding dengan komitmen melanjutkan evakuasi 164 Korban KM Sinar Bangun yg masih terdampar di dasar Danau Toba. Kalau Pemerintah
Mengamini pelibatan konsultan dari luar (international) dalam masterplan pengembangan Geopark Kaldera Toba di Danau Toba, lalu kenapa pada proses evakuasi 164 jiwa rakyat Indonesia yang tenggelam tidak melibatkan bantuan kemanusiaan dari international?,” tandas Saharuddin.

Editor: Renggo

Jalan H Manaf Lubis (Gaperta Ujung), Kelurahan Kelurahan Tanjunggusta,Kecamatan Medan Helvetia, Kota Medan

No Telephone : 0877-6822-1959 | 061-8441466

Copyright © 2017 Bumantaranews.com, powered by Mahapalamultimedia

To Top