Daerah

Lestarikan Ikan di Danau Toba, Pj Gubsu Minta Diskanla Inisiasi Dua Pergub

Teks Foto: Penjabat Gubernur Sumatera Utara (Pj) Eko Subowodiwakili Asisten Administrasi Umum dan Aset Sekretariat Daerah Provinsi Sumut Zonny Waldi pada acara Sosialisasi Keselamatan Pelayaran dan Supervisi Geosite Geopark Kaldera Toba di Harungguan Bolon di Parapat, Kabupaten Simalungun, Minggu (5/8/2018).

Medan-Bumantara:Upaya pelestariaan perikanan di Danau Toba, Penjabat Gubernur Sumatera Utara (Pj) Eko Subowo meminta Dinas Perikanan dan Kelautan (Diskanla) Provinsi Sumatera Utara (Provsu) menginisiasi dua Peraruran Gubernur (Pergub) yang nantinya diharapkan dapat menjadi Peraturan Daerah (Perda).

Hal tersebut dikatakan Pj Gubsu dalam sambutannya, yang dibacakan Plh Sekda Provsu yang juga Asisten Administrasi Umum dan Aset Sekretariat Daerah Provinsi Sumut Zonny Waldi pada acara Sosialisasi Keselamatan Pelayaran dan Supervisi Geosite Geopark Kaldera Toba di Harungguan.

“Pertama peraturan tentang pembatasan alat tangkap. Yang mengatur tentang alat yang boleh dan tidak boleh digunakan di kawasan Danau Toba,” katanya, Minggu (5/8/2018).

Dahulu, kata Pj Gubsu, sekitar tahun 2012-2013 banyak ikan bilis atau ikan pora-pora yang hidup di Danau Toba, tapi pada tahun 2016-2017 jenis ikan tersebut sudah sulit dijumpai.

Itu terjadi karena adanya penangkapan ikan secara besar-besaran dan mengabaian kelestariannya di masa mendatang.

“Banyak nelayan yang menangkap ikan dengan alat seperti jermal, yang menggunakan lampu di atasnya, dengan ukuran mata jaring yang tidak diatur, sehingga semua ikan ditangkap, besar kecil semuanya ditangkap, akhirnya ikan itu sekarang hampir punah,” ujarnya.

Yang kedua, kata Pj Eko Subowo dilansir Humas Gubernur, adalah peraturan tentang pembatasan ukuran ikan yang boleh dan tidak boleh ditangkap. Ini penting, karena di Danau Toba ada beberapa jenis ikan yang bernilai ekonomi tinggi, seperti ikan gabus pasir atau ikan betutu.

“Ikan betutu harganya mahal dan menjadi salah satu komoditas ekspor. Karena itu perlu dijaga kelestariannya. Hanya ikan yang besar, yang sudah mahal harganya yang boleh ditangkap. Ikan yang masih kecil tidak boleh, selain masih murah juga agar ikan betutu ini tidak punah,” ujarnya.

Selain itu, untuk melestarikan perikanan di Danau Toba, Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprovsu) juga memberikan bantuan benih ikan kepada nelayan dan masyarakat sekitar Danau Toba. Juga melakukan penebaran 32000 ekor benih ikan beragai jenis di perairan Danau Toba.

“Ini merupakan salah satu wujud kepedulian Pemprovsu terhadap kelestarian perikanan di Danau Toba, yang diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Karena itu mari kita jaga bersama,” ujarnya.

Acara sosialisasi juga dirangkai dengan penyerahan secara simbolis 400 lifejacket dan 50 ringboy kepada pemilik kapal dan nelayan, serta membagikan leaflet/brosur cuaca dan kesiapsiagaan. Penyerahan benih ikan secara simbolis kepada nelayan yang hadir, untuk kemudian dilepas di Danau Toba.

Juga dilakukan kunjungan/supervisi papan informasi geosite geopark Kaldera Toba di sekitar Parapat.

Turut hadir di acara itu Kepala Dinas Pertambangan dan Energi Provsu Zubaidi, Kadis Perikanan dan Kelautan Provsu Mulyadi Simatupang, Kepala Dinas Perhubungan Provsu Muhammad Zein Siregar, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sumatera Utara (Provsu) Riadil Akhir Lubis, Kepala Biro Humas dan Keprotokolan Setdaprovsu Ilyas Sitorus, Kabid Data dan Informasi BMKG Medan Syahnan, LSM pemerhati lingkungan, para pemilik kapal, nakhoda, nelayan dan ratusan masyarakat sekitar

Jalan H Manaf Lubis (Gaperta Ujung), Kelurahan Kelurahan Tanjunggusta,Kecamatan Medan Helvetia, Kota Medan

No Telephone : 0877-6822-1959 | 061-8441466

Copyright © 2017 Bumantaranews.com, powered by Mahapalamultimedia

To Top