Oleh: Dodik Presetyo

Semua turut andil dalam keberhasilan Indonesia sebagai tuan rumah Asian Games 2018. Tidak hanya penyelenggaran yang digawangi oleh INASGOC yang ditunjuk sebagai panitia penyelenggara dan para atlet Indonesia yang meraih 98 medali.

Tapi juga jutaan rakyat Indonesia yang turut bekerja keras sepenuh hati mensukseskan Asian Games ke-18 ini dan mendukung para atlet yang berlaga di Jakarta dan Palembang.

Asian Games 2018 di tonton 2 juta orang dan disaksikan 5 miliar pasang mata lewat televisi. Ada sekitar 11 ribu media baik lokal maupun internasional yang meliput ajang olahraga terbesar di Asia ini. Serta jutaan orang yang mengikut berita tentang Asian Games 2018 melalui media digital, cetak maupun elektronik.

Di tengah gelombang pelemahan rupiah dan pemulihan Lombok, Nusa Tenggara Barat yang baru saja terkena bencana, Asian Games 2018 menjadi penyejuk hati seluruh anak bangsa. Kemenangan demi kemenangan yang di raih oleh atlet-atlet terbaik Indonesia membuat kita semua sadar betapa nikmatinya menjadi Indonesia.

Tanah Air meraih 31 emas, 24 perak dan 43 perunggu. Perolehan medali ini menjadi prestasi terbaik Indonesia sepanjang sejarah Asian Games 2018. Banyak sejarah yang terukir di Jakarta-Palembang. Untuk pertama kalinya Indonesia meraih medali emas dari cabang olahraga sepaktakraw dan dayung.

Cabang olahraga unggulan Tanah Air seperti pencak silat, panjat tebing dan paralayang pun memenuhi target emas. Bisa dikatakan hampir 100 persen Asian Games 2018 sudah sesuai rencana baik dari penyelenggaraan maupun prestasi.

Puja-puji bagi penyelenggara dan atlet tidak ada habis-habisnya baik di media massa maupun media sosial. Tapi satu yang terlewatkan, yakni rakyat. Selama penyelenggaraan dari 18 Agustus sampai 2 September seluruh rakyat Indonesia sangat antusias turut berpartisipasi dan memberi dukungan sepanjang Asian Games berlangsung.

Ribuan penonton tidak pernah lelah memberikan dukungan kepada atlet-atlet tercinta. Berharap dengan segenap jiwa agar Indonesia Raya dapat berkumandang di negeri sendiri. Kala tim beregu putra Indonesia menghadapi Cina di final bulutangkis ribuan penonton menyemangati Anthony Sinisuka Ginting yang mengalami cedera saat bertanding.

Meski akhirnya harus kalah dan hanya mendapatkan medali perak tapi seluruh rakyat mengungkapkan rasa bangga mereka kepada perjuangan Ginting sampai titik terakhir. Begitu pula saat Aries Rahayu meraih medali emas dari cabang olahraga panjat tebing.

Panjat tebing bukan olahraga yang populer di Indonesia. Tapi ratusan penonton memadati venue panjat tebing, di Jakabaring Sports City, Palembang. Semua penonton ikut bersorak ketika Aries berhasil menepuk tanda finis lebih awal daripada lawannya dari Cina.

Hal itu juga terjadi saat tim sepaktakraw putra Indonesia mengalahkan Jepang di nomor quandran di final. Sepanjang pertandingan tidak henti-hentinya para penonton yang memenuhi tribun Ranau Jakabaring memberi semangat kepada atlet-atlet kebanggaan mereka di lapangan.

Hampir di setiap venue pertandingan rakyat Indonesia memadati tribun. Gemuruh sorak-sorai mereka tidak pernah putus memberikan semangat. Tidak hanya memberikan semangat kepada atlet-atlet Tanah Air, pendukung Tim Indonesia sangat adil. Mereka bertepuk tangan sebagai tanda salut kepada atlet negara lain yang tampil bagus.

Seperti ketika Sasaoka Kensuke tampil di cabang olahraga skateboard. Atlet asal Jepang tersebut mengalahkan dua skateboarder Indonesia Josan Dennis dan Pevi Permana Putra. Penampilan Kensuke memang berada di atas rata-rata atlet yang berkompetisi di Asian Games 2018.

Jason dan Pevi pun harus puas hanya mendapatkan medali perak dan perunggu meski penampilan mereka pun sangat cemrelang. Penampilan Kensuke yang memanjakan mata penonton diapresiasi. Penonton yang kebanyakan berasal dari Indonesia bertepuk tangan ketika Kensuke melakukan trik-triknya di percobaan terakhir.

Hal ini juga terjadi di beberapa gelanggang lainnya. Tidak hanya adil di lapangan pertandingan tapi rakyat Indonesia ramah kepada para atlet dan ofisial dari luar negeri. Tidak ada keluhan dari para atlet dan ofisial tentang sikap orang Indonesia.

Maka rakyat Indonesia juga harus turut bangga dengan diri mereka sendiri karena Asian Games 2018 bukan milik pemerintah, INASGOC atau para atlet. Tapi Asian Games Jakarta-Palembang ini milik mereka. Rakyat Indonesia yang telah menunjukan kepada dunia bahwa Indonesia mampu menyelenggarakan event terbesar olahraga nomor dua di dunia ini. Bahwa Indonesia bisa berprestasi sampai level tertinggi.
Rakyat Indonesia yang telah menunjukan kepada dunia bahwa kita profesional, ramah dan juga ceria. Rakyat Indonesia yang memperlihatkan kepada dunia kita adalah bangsa pekerja keras, serius tapi juga ramah dan ceria. Bangsa yang bersungguh-sungguh kala diberi amanat, bangsa yang mampu berkompetisi di pentas internasional, bangsa yang tidak hanya ribut urusan internalnya sendiri.

Maka sangat absurd dan aneh jika saat ini kita berdebat siapa yang harus kita apresiasi atas keberhasil Asian Games 2018. Karena pada hakikatnya kita semua, rakyat Indonesia yang telah mensuksesakan Asian Games ke-18 ini. Kita semua yang membantu atlet-atlet kita menjadi juara. Rakyat Indonesia yang telah memberikan segala hal yang terbaik dari diri mereka untuk Asian Games 2018.

Tanpa menafikan orang-orang yang telah berkerja sangat keras selama persiapan sampai akhirnya Asian Games 2018 ini tapi tanpa semangat, antusiasme dan rasa kepedulian rakyat Indonesia mereka pun tidak bisa berbuat apa-apa. Maka cukuplah untuk memperdebatkan siapa yang sepatutnya yang diapresiasi atas keberhasilan penyelenggaran event terbesar yang pernah digelar oleh Indonesia ini. Sebab kita semua, sebagai rakyat Indonesia yang telah mensukseskannya.

Penulis adalah Kontributor Lembaga Studi Informasi Strategis Indonesia (LSISI)

Jalan H Manaf Lubis (Gaperta Ujung), Kelurahan Kelurahan Tanjunggusta,Kecamatan Medan Helvetia, Kota Medan

No Telephone : 0877-6822-1959 | 061-8441466

Copyright © 2017 Bumantaranews.com, powered by Mahapalamultimedia

To Top