Daerah

Disbudpar Sumut Tegaskan Pentingnya Cagar Budaya Menjadi Destinasi Wisata

Teks Foto: Salah satu cagar budaya di Kabupaten Samosir Provinsi Sumut. Bumantara-ist

 

Pentingnya akan pelestarian dan pengelolaan cagar budaya secara tepat, juga salah satu faktor utama dalam rangka memajukan kebudayaan nasional untuk kemakmuran rakyat Indonesia.

Cagar Budaya yang merupakan benda hasil akal budi manusia yang perlu diberikan pencagaran, lambat laun akan punah jika, kesadaran untuk melindungi dan merawat kerusakan yang disebabkan ketidakpahaman dalam cara mengelola.

Hal ini tentu menjadi perhatian khusus, sesuai yang tertulis dalam Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2010 tentang Cagar Budaya, bahwa cagar budaya juga bagian dari kekayaan budaya bangsa yang sangat penting artinya bagi pemahaman dan pengembangan sejarah, ilmu pengetahuan, serta kebudayaan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

“Kesadaran dan sosialisasi pehaman akan cagar budaya menjadi faktor utama dalam pelestariannya berpacu pada tata cara pengelolaannya secara tepat” ujar Kepala Seksi Informasi Sejarah Purbakala, Dra. Debbie Rianni Panjaitan diruang kerjanya kantor Disbudpar Sumut, Senin (10/9/2018).

Dipaparkannya, selain pentingnya nilai kesadaran, tak luput pula adanya peran aktof negara Negara yaitu Pemerintah Pusat  dan Pemerintah Daerah bertanggung jawab dalam pengaturan pelindungan, pengembangan, dan pemanfaatannya, dengan cara mengelolanya sehingga dapat meningkatkan peran serta masyarakat setempat.

Dengan demikian cagar budaya dapat dijadikan Destinasi Wisata Budaya.

“Tujuan pelestarian cagar budaya sendiri antara lain, melestarikan warisan budaya bangsa dan warisan umat manusia, meningkatkan harkat dan martabat bangsa melalui Cagar Budaya, memperkuat kepribadian bangsa, meningkatkan kesejahteraan rakyat dan mempromosikan warisan budaya bangsa kepada masyarakat internasional, ” jelas Debbie.

Pemerintah Provinsi Sumatera Utara , dalam hal ini Dinas Kebudayaan dan  Pariwisata (Disbudpar) Sumut dibutuhkan keaktifannya dalam meweujudkan pelestarian cagar budayanya.

Tentunya, pembekalan pengetahuan dalam mengelola harus ditingkatkan daerah masing -masing sehingga tidak terjadi ketimpangan dalam menentukan kebijakan-kebijakan dalam pelaksanaanya tersebut.

“Contohnya, Kegiatan Sosialisasi sangat perlu dalam kebijakan pengelolaan Cagar Budaya, dan hal ini merupakan salah satu upaya yang dilakukan oleh Disbudpar dalam membekali para pengelola cagar budaya tersebut.”Jelas Debbie.

Meskipun tidak melalui interaksi secara langsung dalan pematangan pengetahuannya, pentingnya kegiatan sosialisasi kebijakan pengelolaan cagar budaya ini adalah salah satu cara tepat penyampaiannya sehingga, menambah pengetahuan tentang kebijakan-kebijakan dalam hal menangani cagar budaya kepada para pengelola cagar budaya khususnya dan masyarakat pada umumnya.

Adanya kegiatan sosialisasi ini, bertujuan untuk meningkatkan wawasan bagi pegelola cagar budaya maupun bagi masyarakat.

“Terlebih lagi masyarakat yang bersinggungan langsung dengan objek objek cagar budaya agar dapat menjaganya serta memberi pelayanan yang prima terhadap pengunjung objek cagar budaya tersebut.”pungkasnya.

Penulis : Otti Batubara

Editor : Syarief

Jalan H Manaf Lubis (Gaperta Ujung), Kelurahan Kelurahan Tanjunggusta,Kecamatan Medan Helvetia, Kota Medan

No Telephone : 0877-6822-1959 | 061-8441466

Copyright © 2017 Bumantaranews.com, powered by Mahapalamultimedia

To Top