Medan

Ali Geno Ditangkap, Uang Pungli Pasar Marelan Mengalir ke Pejabat Teras Pemko Medan?

Salah satu forum menyoal Pasar Marelan. Foto/dok

Medan-Bumantara: Ketua Persatuan Pedagang Pasar Tradisional Marelan (P3TM), Aliswan alias Ali Geno akhirnya ditangkap Direktorat Reskrimum Polda Sumut, Sabtu 15 September 2018 di Batubara.

Namun, penangkapan DPO itu harus pula diiringi pengungkapan aliran dana pungli dan daftar pemilik lapak dagangan di Pasar Marelan.

Hal itu diungkap Kordinator Gerbraksu Saharuddin Medan Utara, Sabtu (15/9/2018). Menurutnya, penangkapan Ali Geno bisa membuka kotak pandora kasus-kasus yang ada di Pasar Marelan.

“Polda Sumut harus mengungkap aliran dana punglinya. Ada dugaan uang itu mengalir ke pejabat teras di Pemko Medan,” kata Saharuddin.

Diterangkan Saharuddin, dalam kasus Pasar Marelan terdapat dua kasus yang sedang ditangani Polda Sumut.

“Saat kami beraudiens ke Pak MP Nainggolan, disebutkan bahwa kasusnya ada yang di Krimum dan Krimsus. Artinya ada dua kasus yang sedang ditangani,” kata Saharuddin.

Kini, Direktorat Krimum sudah menangkap Ali Geno dalam kasus pungli di Pasar Marelan.

“Berarti kita yakini bahwa Krimsus Poldasu sedang menyelidiki kasus suap atau korupsinya. Makanya kita desak supaya ada pengungkapan aliran dana pungli itu mengalir ke siapa,” tandas Saharuddin.

Selain itu, Saharuddin juga meminta agar kasus ini bisa mengungkap daftar nama pemilik lapak dagangan di Pasar Marelan.

“Tentu dalam prosesnya Poldasu bisa mendalami siapa-siapa nama pemilik lapak dagangan. Sebab kita menduga kuat ada nama pejabat teras juga sebagai pemilik lapak,” kata Saharuddin.

Sebelumnya Wakil Walikota Medan Akhyar Nst menyebutkan penjualan kios dan stand di Pasar Marelan, tanpa sepengetahuan dirinya. Penjualan kios dan stand serta miliaran dana hasil penjualan itu mengalir kepada Ali Geno selaku Ketua Persatuan Pedagang Pasar Medan (P3TM) perwakilan Pasar Marelan.

“Penjualan kios dan stand di Pasar Marelan seluruhnya ada di tangan Ali Geno,” kata Akhyar Nasution pada wartawan seusai sholat Jumat di Masjid Pemko Medan, Jumat (31/8/2018) lalu.

Dijelaskannya, pembangunan Pasar Marelan memang menggunakan anggaran APBN Pusat dan dikerjakan Dinas Perkim Kota Medan. Sedangkan kondisi pasar seperti meja dan kios tempat berjualan terbilang kosong sehingga pengadaannya diserahkan kepada organisasi P3TM Kota Medan dengan Ketua Ali Geno.

Contohnya, saat pengadaan dan pengerjaan meja dan kios tempat berjualan bisa saja dari jumlah pedagang 200 yang memesan 150 pedagang. Kekurangan inilah diberikan kepada pedagang lainnya yang berminat untuk memesan kios dan stand yang dibangun P3TM Kota Medan itu.

“Pada prinsipnya semua urusan penjualan kios dan stand dilakukan oleh Ketua P3TM Ali Geno. Saya tidak ada menerima aliran dana miliaran seperti yang dituduh pedagang itu,” katanya sambil berlalu meninggalkan wartawan.

Sebelumnya Setelah sempat masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO), akhirnya ketua Pengurus Persatuan Pedagang Tradisional Marelan (P3TM), Al alias AG (57) berhasil ditangkap, Sabtu (15/9).

Warga Jalan Jalan XI, Lingkungan 6,  Kelurahan Rengas Pulau Medan Marelan itu disergap petugas dipimpin Kasubdit IV/Renakta Direktorat (Dit) Reskrimum Polda Sumut, AKBP Leonardo Simatupang, SIK di Pagurawan, Kecamatan Medang Deras, Kabupaten Batu Bara.

“Setelah kasus jual beli kios itu kita ungkap, tersangka langsung kabur dan bersembunyi di Batu Bara. Penangkapan ketua P3TM itu sesuai Sp.kap/ 520 /IX/2018/ Ditreskrimum, tanggal 15 September 2018,” kata Kasubbid Penmas Polda Sumut, AKBP MP Nainggolan.

Disebut Nainggolan, sebagai ketua P3TM, tersangka telah melakukan tindak pidana pemerasan dengan ancaman kekerasan sebagaimana dimaksud dalam pasal 368 KUHPidana. Al ditangkap berdasarkan pengakuan anggotanya yang telah terjaring Operasi Tangkap Tangan (OTT) Poldasu dan sudah mendekam dalam sel.

Kini, penyidik sedang melengkapi berkas Berita Acara Pemeriksaan (BAP) tiga tersangka P3TM untuk dikirim ke Kejaksaan.

“Masih kita lengkapi berkas ketiga tersangka. Kalau sudah siap segera kita kirim ke Jaksa,” kata Leonardo Simatupang.

Ketiganya adalah, RM (47), warga Jalan Takenaka Gang Family, Lingkungan V Paya Pasir Marelan, R (49), warga Pasar Nippon Siombak Labuhan Deli Marelan dan MAA (50), warga Marelan Raya, Lingkungan 7 Rengas Pulau Marelan.

Editor: Renggo

Jalan H Manaf Lubis (Gaperta Ujung), Kelurahan Kelurahan Tanjunggusta,Kecamatan Medan Helvetia, Kota Medan

No Telephone : 0877-6822-1959 | 061-8441466

Copyright © 2017 Bumantaranews.com, powered by Mahapalamultimedia

To Top