Muhammad Suzali

Medan-Bumantara: Jatuhnya pesawat Lion Air JT 610 menjadi kesekian kalinya bencana transportasi udara di tanahair. Aliansi masyarakat menilai harus ada yang ditetapkan tersangka atas kasus tersebut.

Hal itu diutarakan Ketua Aliansi Masyarakat Peduli Hukum (AMPUH) Muhammad Suzali SH, Senin (5/11/2018) di Medan.

Suzali menduga ada indikasi kelalaian dari maskapai Lion Air dalam peristiwa yang ditengarai memakan korban ratusan nyawa.

Suzali menilai pesawat dalam keadaan tidak laik melanjutkan terbang tetapi terkesan dipaksakan.

“Dalam kasus kecelakaan transportasi darat yang menimpa Saiful Jamil misalnya, ada tersangka yang ditetapkan karena menghilangkan nyawa manusia. Begitu juga dengan kasus Lion Air ini bila negara ini ingin profesional dalam mengelola transportasi,” kata Suzali.

Suzali mengungkap kasus Lion Air masuk kategori melanggar Pasal 359 KUHP karena dengan lalai/kesalahannya menyebabkan hilangnya nyawa manusia.

“Penilaian ini bukan berniat mengganggu proses evakuasi yang sedang dilakukan. Tapi kita harus ada yang berani berbicara soal penegakan hukumnya,” kata Suzali.

Menurut Suzali, tidak cukup bila Kemenhub hanya memberhentikan Direktur Teknik Lion Air.

“Kapolri harus berani menetapkan tersangka terhadap yang bertanggungjawab dalam kasus ini,” tukas Suzali.

Pesawat Lion Air JT 610 dengan rute Jakarta-Pangkal Pinang jatuh di perairan Karawang, Jawa Barat pada Senin (29/10/2018).

Pesawat jenis Boeing 737 Max itu sebelumnya sempat hilang kontak, sekira 13 menit setelah lepas landas pada pukul 06.20 WIB. Sampai saat ini proses pencarian pesawat masih di lakukan tim SAR, KNKT dan dibantu pihak Boeing.

Editor: Renggo

Jalan H Manaf Lubis (Gaperta Ujung), Kelurahan Kelurahan Tanjunggusta,Kecamatan Medan Helvetia, Kota Medan

No Telephone : 0877-6822-1959 | 061-8441466

Copyright © 2017 Bumantaranews.com, powered by Mahapalamultimedia

To Top