Medan

Kehadiran Honor Berikan Dampak Terhadap Puluhan ASN Biro Humas

Teks Foto: Sekretaris Daerah Provsu Hj Sabrina saat memimpin rapat di jajaran eselon II Pemprovsu. Bumantara-ist

Medan-Bumantara. – Puluhan Aparatur Sipil Negara (ASN) di jajaran Biro Humas dan Keprotokolan Kantor Gubsu diduga terima gaji buta akibat tidak diberdayakan sesuai tupoksinya oleh pimpinan yang tidak becus.

Informasi yang diperoleh, Selasa (6/11/218) bahwa  manajemen kepegawaian Biro Humas dan Keprotokolan Pemprovsu dibawah kepemimpinan Ilyas Sitorus tak becus sebab Biro Humas dan Keprotokolan sebenarnya kelebihan pegawai. Tetapi Kabiro tetap memaksakan untuk menerima pegawai honor, tenaga pendukung  maupun tenaga ahli.

Hal ini dilakukan Kepala Biro agar kita bisa melakukan pekerjaan dengan profesional.

Sejumlah ASN yang ditemui di Biro Humas Pemprovsu, Selasa(6/11) mengakui keberadaan mereka sejak era kepemimpinan Ilyas Sitorus sama sekali tidak diberdayakan sebagaimana mestinya.

“Kabiro jauh lebih mengutamakan tenaga honorer dibanding ASN. Kami diperlakukan layaknya anak tiri. Tidak pernah diberi tugas. Apalagi yang namanya SPPD. Tugas luar kota umumnya ditugaskan tenaga honor,” ujar mereka tanpa menyebutkan jati dirinya.

Ketika dikatakan bahwa mereka tidak memiliki keahlian, mereka membantahnya. Tidak benar kami tidak memiliki keahlian. Pada waktu Era kepemimpinan sebelumnya, kami lengkap SDM semuanya. Seperti tukang foto, komputer, juru liput kegiatan, edit foto dan sebagainya.

Jadi atasan kamilah yang tidak becus memimpin dan mem berdayakan kami akhir-akhir ini.

“Kamipun tak tahu apa motivasi pimpinan menampung tenaga honor sementara ASN over cavasitas,” ujarnya.

Pengamat Sosial yang juga  Akademisi DR Robert Tua Siregar merasa heran terhadap kinerja Kabiro Humas Dan Keprotokolan Kantor Gubdu Ilyas Sitorus. Apa alasannya lebih memberdayakan tenaga honor ketimbang ASN.

“Jika benar tenaga ASN berlebih kenapa justeru menambah atau menampung tenaga honor lagi.  Inikan program buang-buang anggaran. Apa sih motivasinys dibalik permainan ini,” katanya.

Kalaupun pimpinan mengatakan ada alasan ASN dimaksuf tidak memiliki keahlian atau skil seperti IT, photograper, penulis berita atau liputan, kenapa bukan ASN itu yang dikirim belajar. Dengan diberikan diklat dan pembelajaran, ASN itu akan bisa diberdayakan untuk selamanya.

Sementara tenaga honor itu sifatnya temporer. Penggajiannya juga dilakukan dengan sistem kontrak. Jika ada kerja yang lebih baik dan  menjanjikan, honor tersebut tentu akan ditinggalkannya.

“Seharusnya Kabiro Humas dan Keprotokolan melakukan penghematan anggaran lewat pemberdayaan ASN yang ada,” ujar DR Robert Tua Siregar dosen Fisipol USU itu kepada PB, Selasa(7/11) ketika diminta tanggapannya terkait  adanya ASN di Biro Humas yang tidak diberdayakan.

Lebih lanjut DR. Robert mengatakan,dalam kondisi perekonomian bangsa saat ini seharusnya instansi pemerintah itu harus mampu melakukan penghematan anggaran namun meningkatkan kualitas kerja.

Saat hal ini dikonfirmasikan kepada Kepala Biro Humas dan Keprotokolan Pemprovsu Ilyas Sitorus M.Pd menepis informasi miring itu. Semua ASN di jajaran Biro Humas sudah kita akomodir.

“Jadi kalau ada ASN yang tidak diberdayakan, itu kesalahan oknum Kabagnya. Karena Kabagnya yang menugaskan anggotanya sesuai tupoksinya,” ujar Ilyas.

Untuk itu, silahkan tanyakan ke Kabag bersangkutan, ujar Ilyas singkat.

Penulis : Otti Batubara

Editor : Syarief

Jalan H Manaf Lubis (Gaperta Ujung), Kelurahan Kelurahan Tanjunggusta,Kecamatan Medan Helvetia, Kota Medan

No Telephone : 0877-6822-1959 | 061-8441466

Copyright © 2017 Bumantaranews.com, powered by Mahapalamultimedia

To Top