Medan-Bumantara: Peringatan Hari Antikorupsi se-Dunia digelar di Kota Medan, Selasa (11/12/2018). Ratusan massa aksi melakukan sejumlah kegiatan di Gedung DPRD dan Kantor Gubernur Sumut.

Pantauan wartawan, seratusan orang yang berasal dari puluhan organisasi menyelenggarakan Mimbar Rakyat Anti-Korupsi (Marak) Sumut 2018. Ditujukan agar masyarakat bersama-sama memerangi tindak korupsi yang tengah marak terjadi.

Aksi diawali di depan Gedung DPRD Sumut. Massa aksi menampilkan seni musik jalanan sambil berorasi dengan tema “Bersama Melawan Korupsi”.

Tampak juga duplikat keranda mayat yang dibawa massa aksi. Di keranda itu diselimuti spanduk bergambar penyidik senior KPK, Novel Baswedan.

“Tolong Temukan Penganiayanya”, demikian ditulis di keranda itu.

Dalam statement tertulisnya masa aksi Marak Sumut mengungkapkan sejumlah tindak penggelapan uang negara. Baik yang dilakukan oleh eksekutif, legislatif, yudikatif dan juga dunia usaha.

Seperti polemik perizinan Podomoro Deli City Medan, pembahasan Ranperda Penyertaan Modal Bank Sumut, salah kelola investasi Bank Sumut yang berpotensi merugikan sebesar Rp147 miliar, alih manajemen perkebunan kelapa sawit seluas 47.000 ha di kawasan Register 40 Padang Lawas yang tidak jelas dan sebagainya.

“Banyak kasus mandek. Di antaranya di Bank Sumut, register 40 hingga dugaan gratifikasi perizinan Podomoro City Deli Medan. Kita harus mengawasi ini agar korupsi tidak memiliki ruang dalam segi kehidupan,” ujar Koordinator Aksi Indra Mingka.

Selesai berorasi di gedung wakil rakyat, massa melanjutkan aksinya di Kantor Gubernur Sumatera Utara Jl Diponegoro Medan.

Di kantor gubernur, perwakilan massa langsung diminta bertemu dengan Staf Ahli Elisa Marbun.

Editor: Renggo

Jalan H Manaf Lubis (Gaperta Ujung), Kelurahan Kelurahan Tanjunggusta,Kecamatan Medan Helvetia, Kota Medan

No Telephone : 0877-6822-1959 | 061-8441466

Copyright © 2017 Bumantaranews.com, powered by Mahapalamultimedia

To Top