Kiri ke kanan: Halomoan Harahap, Boby Nasution, Iqbal Harahap dan Akbar Buchari. Foto/ist

Sidimpuan-Bumantara: Menjadi menantu dari orang nomor satu di republik ini tentu bukan hal yang sembarangan. Dan seorang Bobby Nasution merupakan sosok yang pantas untuk menjadi tumpuan asa bagi Tabagsel yang lebih baik.

Demikian salah satu petikan testimoni Halomoan Harahap SSi, Ketua Umum Monang Jokowi (Mora Anak Boru Kahanggi Jokowi), Senin (7/1/2019) sehari pasca deklarasi Monang Jokowi se-Tabagsel.

Menurut catatannya, sejak jadi menantu Presiden Jokowi, No Nasution setidaknya sudah 7 kali ke Tapanuli Bagian Selatan (Tabagsel) dengan berbagai agenda dan acara.

“Beliau tidak hanya mendengar langsung keluhan masyarakat tentang kronisnya jalan di Tabagsel ini. Tapi sudah merasakan bagaimana “sakit” nya orang Tabagsel untuk pulang kampung halaman misalnya dari Kota Medan. Butuh waktu 10 jam sampai 13 jam dijalani baik via Sipirok atau Sibolga,” kata Halomoan.

Tentu, sambung Halomoan, Bobby merasakan horornya jalan lewat Batujomba atau Aek Latong. Atau bagaimana rusaknya jalan Padangsidimpuan ke Sipirok atau lewat Berbagai atau ke Gunung Tua atau ke Sibubuan.

“Boby, dari sini akan bercerita ke sang istri Kahiyang Siregar tentang beratnya perjuangan beliau, atau mungkin suatu kesempatan makan malam keluarga Boby akan cerita ke bapak Presiden tentang kondisi di Tabagsel ini,” urai alumni FMIPA USU ini

Saat deklarasi, Halomoan dan Monang Jokowi Kota Padangsidimpuan menyampaikan kepada Bobby Nasution tentang keluhan harga karet yang lagi jatuh terjun.

“Dan mas Boby melihat dan mendengar langsung keluhan masyarakat Tabagsel yg sudah 5 tahun ini menderita akibat turunnya harga karet yg merupakan sumber pendapatan utama banyak masyarakat di Tabagsel dan berharap agar ada solusi segera dari pemerintah tentang persoalan ini. Tentu beliau yang merupakan alumni Magister Agribisnis dari IPB dan dari keluarga perkebunan tau betul kondisi ini,” tandas Halomoan.

Curhatan soal harga karet itu langsung direspon cepat. Besok harinya termuat di berita nasional soal rencana pemerintah menyerap 2000 ton karet lokal untuk dicampur aspal.

“Dan data yang disampaikan oleh Dirjen melalui berita itu persis sama dengan data yg kita sampaikan ke bang Boby,” urai Halomoan.

Halomoan juga mengungkap isi pertemuan antara anak muda Tabagsel dengan Boby Nasution saat deklarasi.

“Persoalan permodalan dan akses pasar diungkapkan. Ada juga diskusi soal Tabagsel yang kaya akan kopi baik Kopi Mandailing dan Kopi Angkola yang sudah dicatat dalam sejarah sejak tahun 1900. Bang Boby mendengar mencatat dan menyimak dengan serius. Kita semua ingin kehidupan dan masa depan yang lebih baik. Dan bang Boby jangan lupa sampaikan ke Bapak Presiden Jokowi yaa,” papar Halomoan.

“Tentu bukan hal yang sangat gampang kita bisa sedekat ini ke lingkaran kekuasaan di Jakarta. Bisa menyampaikan langsung ke lingkungan dekat pengambil keputusan adalah hal yang sangat berharga. Akses ini lama tidak dimiliki masyarakat Tabagsel,” kata Halomoan.

“Boby Nasution adalah keluarga kita masyarakat Tabagsel dan Boby adalah keluarga presiden. Menantu laki-laki satu-satunya dan menikahi satu-satunya Putri Presiden Kahiyang Siregar. Presiden Joko Widodo Siregar adalah keluarga kita dan harapan untuk Tabagsel yang lebih baik,” tukasnya.

Editor: Renggo

Jalan H Manaf Lubis (Gaperta Ujung), Kelurahan Kelurahan Tanjunggusta,Kecamatan Medan Helvetia, Kota Medan

No Telephone : 0877-6822-1959 | 061-8441466

Copyright © 2017 Bumantaranews.com, powered by Mahapalamultimedia

To Top