Oleh: Lukas Kyambo

Perolehan suara setiap pasangan calon dalam Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 memang baru diketahui pada hari pencoblosan, 17 April 2019. Namun, gambaran perolehan suara sudah dapat diketahui sejak awal dari banyaknya lembaga survei yang melakukan pengambilan sampel suara terhadap pasangan Joko Widodo-Ma’ruf Amin dan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Pasca pagelaran debat pertama berhasil menimbulkan banyak respon publik, baik positif maupun negatif. Di sisi lain, banyak anggapan jika hasil debat akan mempengaruhi pilihan publik terhadap Capres.

Lembaga survei Populi Center merilis hasil survei elektabilitas dua pasangan calon presiden dan calon wakil presiden yang berlaga di pemilihan presiden 2019, Joko Widodo atau Jokowi – Ma’ruf Amin dan Prabowo – Sandiaga Uno. Survei Populi Center menunjukkan pasangan nomor urut 01 Joko Widodo-Ma’ruf Amin masih unggul dari pasangan calon nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Survei menunjukkan, elektabilitas Jokowi-Ma’ruf sebesar 54,1 persen, sementara Prabowo-Sandi 31,0 persen. Adapun yang tidak menjawab sebesar 14,9 persen.

“Hasil ini relatif sama dengan temuan survei pada bulan-bulan sebelumnya,” kata peneliti Populi Center Dimas Ramadhan saat merilis hasil survei di Jakarta, Kamis (7/2/2019).

Sebelumnya survei digelar bulan Desember 2018. Survei menunjukkan elektabilitas Jokowi-Ma’ruf sebesar 52 persen dan Prabowo-Sandi 30,7 persen. Artinya, tak ada perubahan signifikan elektabilitas kedua paslon pascadebat kandidat pertama Pilpres 2019 yang digelar pada 17 Januari lalu. Elektabilitas Jokowi-Ma’ruf naik 2,1 persen, sementara Prabowo-Sandi 0,3 persen.

Dari segi sebaran pemilih, Jokowi-Ma’ruf dipilih oleh 50 persen kalangan milenial (pemilih di bawah usia 34 tahun). Sementara generasi milenial yang memilih Prabowo-Sandi hanya sebesar 38,1 persen. 14,9 persen sisanya menjawab tidak tahu. Dimas Ramadhan mengatakan bahwa pemilih di atas usia 35 tahun atau non-milenial, lebih banyak yang memilih pasangan Jokowi-Ma’ruf dengan persentase sebesar 55.9 persen, sedangkan Prabowo-Sandi sebesar 28,0 persen.

Temuan ini bersifat indikatif mengingat jumlah responden yang terbatas.
Sementara berdasarkan kategori agama, jumlah pemilih Jokowi-Ma’ruf dengan latar belakang Islam sebesar 51,1 persen, Protestan 88,9 persen, Katolik 75,7 persen, Hindu 80 persen, dan Budha 100 persen. Sedangkan Prabowo-Sandi dipilih oleh pemilih Islam sebesar 32,6 persen, Protestan 6,9 persen, Katolik 18,9 persen, Hindu 0 persen, dan Budha 0 persen.

Dari kategori Ormas Islam, 72,1 pemilih dari Muhammadiyah memilih Jokowi-Ma’ruf, sementara 20,9 persen di antaranya memilih Prabowo-Sandi, dan 7 persen sisanya tidak menjawab. Dari kalangan Nahdlatul Ulama, 56,1 persen pilih Jokowi-Ma’ruf, 27,8 persen pilih Prabowo-Sandi, dan 16,1 sisanya tidak menjawab.

Sementara dari Persatuan Islam (Persis) yang memilih Jokowi-Ma’ruf hanya sebesar 35,7 persen dibanding yang memilih Prabowo-Sandi sebesar 64,3 persen. Begitu juga responden dari Front Pembela Islam (FPI) yang 100 persen memilih pasangan Prabowo-Sandi. Temuan ini juga bersifat indikatif, mengingat jumlah responden yang terbatas.

Elektabilitas pasangan Jokowi – Ma’ruf memang unggul dalam beberapa survey pasca debat. Selain Populi Center, lembaga lainnya yang melakukan survey diantaranya Lingkaran Survei Indonesia Denny JA (LSI Denny JA), Media Survei Nasional (Median), dan Charta Politika. Dari semua survey yang digelar lembaga – lembaga survey tersebut, Pasalon 01 mengungguli Paslon 02.

Namun demikian, diharapkan agar Timses kubu Paslon 01 tidak takabur dan tetap melakukan kampanye yang bersih dan damai dalam rangka meningkatkan elektabilitas Paslon yang didukungnya. Demikian juga dengan Paslon 02, agar tetap mengedepankan edukasi politik kepada para pendukung dan simpatisannya.

Penulis adalah Pengamat Politik

Jalan H Manaf Lubis (Gaperta Ujung), Kelurahan Kelurahan Tanjunggusta,Kecamatan Medan Helvetia, Kota Medan

No Telephone : 0877-6822-1959 | 061-8441466

Copyright © 2017 Bumantaranews.com, powered by Mahapalamultimedia

To Top