Ilustrasi

Oleh: Alinda Destrianti

Generasi Millenial merupakan mereka yang lahir antara tahun 1980 hingga tahun 2000. Generasi ini dianggap sebagai generasi yang melek digital.

Mereka kerap mengandalkan perangkat digital dalam aktivitas keseharian mereka. Namun, meski melek digital, apakah berarti mereka tidak memiliki kelemahan?

Menurut beberapa survei yang telah dilakukan oleh beberapa media online dan lembaga yang meneliti generasi Millenial, ditemukan bahwa generasi Millenial akan menjadi sasaran utama penipuan dan kebencian sebab para pemilik kepentingan tertentu menyadari bahwa Gen-M akan membentuk suara hingga lebih dari 50% dalam pemilihan umum yang akan segera dilaksanakan.

Dalam kaitannya dengan pemilu 2019 mendatang, hal yang paling meresahkan hingga saat ini adalah maraknya berita hoax yang tersebar di dunia maya.

Apabila hal ini tidak segera ditanggulangi, tidak menutup kemungkinan bahwa pemilu yang damai tidak akan tercipta sebab dunia maya yang dikuasai oleh Millenial hanya dipenuhi dengan berita-berita palsu yang sangat mencederai nilai-nilai kemanusiaan.

Lantas langkah apa yang harus dilakukan negara untuk menanggulangi penyebaran berita hoax di dunia maya? Langkah-langkah di bawah ini saya rasa cukup mewakili sebagai langkah awal dalam pemberantasan berita palsu di sosial media bagi para generasi Millenial.

Menyadarkan Pentingnya Literasi
Dalam masalah minat membaca, hanya sebanyak 5,3 persen dari seluruh generasi Millenial Indonesia yang tertarik untuk membaca suatu berita yang singgah di halaman sosial media mereka.

Hal ini tentunya sangat disayangkan mengingat bahwa masa depan bangsa ini berada di tangan mereka.
Keadaan ini juga akan berdampak dalam penyebaran berita palsu di sosial media.

Ketika mereka melihat judul berita yang tampak menarik, mereka akan menyebarkannya begitu saja tanpa membaca isi beritanya. Itulah mengapa menumbuhkan minat baca generasi Millenial Indonesia sangatlah penting dan langkah yang harus ditempuh.

Menumbuhkan Kesadaran Saring sebelum Sharing
Setelah langkah pertama terpenuhi, langkah selanjutnya yang dapat ditempuh untuk menumpas berita palsu di dunia maya adalah dengan menumbuhkan kesadaran saring sebelum sharing bagi para generasi Millenial.

Saat minat baca generasi Millenial Indonesia telah tumbuh, pemerintah harus menekankan akan pentingnya menyaring semua berita yang mereka baca sebelum mereka memutuskan untuk menyebarkannya di akun sosial media para Generasi Millenial.

Mendesak Generasi Millenial untuk Turut Berperang Melawan Hoax
Ketika minat baca telah tinggi dan kesadaran untuk menyaring sebelum menyebarkan telah tumbuh, maka hal selanjutnya yang dapat dilakukan pemerintah adalah melibatkan generasi Millenial untuk turut berperang melawan berita palsu di sosial media yang sangat meresahkan.

Saya merasa jika ketiga hal ini telah terpenuhi bukan tidak mungkin bahwa pemilihan umum 2019 akan berjalan dengan tertib dan damai yang secara otomatis akan turut serta mendukung dalam mewujudkan keberlanjutan kepemimpinan nasional. Untuk itu Mari kita para pegiat media sosial untuk menyebarkan konten-konten positif dalam bentuk doa untuk suksesnya Pemilu 2019 yang damai dan bermartabat serta terwujudnya keberlanjutan pembangunan nasional melalui keberlangsungan kepemimpinan nasional yang berkualitas.

Penulis adalah Mahasiswi Universitas Islam Negri Jogjakarta

Jalan H Manaf Lubis (Gaperta Ujung), Kelurahan Kelurahan Tanjunggusta,Kecamatan Medan Helvetia, Kota Medan

No Telephone : 0877-6822-1959 | 061-8441466

Copyright © 2017 Bumantaranews.com, powered by Mahapalamultimedia

To Top