Jakarta – Bumantara : Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyita uang Rp 44.945.913.401 yang diduga terkait suap proyek pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) di Kementerian PUPR. Uang itu disita dari 75 pejabat Kementerian PUPR.

“Selama proses penyidikan, KPK telah menyita uang dari 75 orang, termasuk di antaranya dari 69 orang telah mengembalikan uang ke KPK,” ujar juru bicara KPK Febri Diansyah, Jumat (5/4).

“KPK menduga pembagian uang pada pejabat Kementerian PUPR terjadi massal pada puluhan pejabat di sana terkait proyek sistem penyediaan air minum,” lanjut Febri.

Febri menyebut, duit yang disita itu dalam berbagai bentuk mata uang mulai dari rupiah, poundsterling, euro, hingga shekel Israel.

“Uang yang disita tersebut diduga diterima oleh para pejabat di Kementerian PUPR dalam rupiah dan berbagai bentuk mata uang asing,” ucap Febri.

Terkait perkara ini, KPK juga telah menyita 1 unit rumah beserta tanah milik seorang Kepala Satuan Kerja Kementerian PUPR (Kasatker). Rumah yang disita berlokasi di Taman Andalusia, Sentul City dan ditaksir memiliki nilai Rp 3 miliar.

Adapun dalam proses penyidikan kasus ini, KPK sudah menetapkan 4 pejabat pada Direktorat Jenderal Cipta Karya Kementerian PUPR sebagai tersangka.

Keempatnya adalah Anggiat Simaremare selaku Kepala Satuan Kerja Sistem Penyediaan Air Minum Strategis Lampung; Meina Woro Kustinah selaku PPK SPAM Katulampa; Teuku Moch Naza selaku Kepala Satuan Kerja SPAM Darurat; dan Donny Sofyan Arifin selaku PPK SPAM Toba 1.

Editor : IS

Jalan H Manaf Lubis (Gaperta Ujung), Kelurahan Kelurahan Tanjunggusta,Kecamatan Medan Helvetia, Kota Medan

No Telephone : 0877-6822-1959 | 061-8441466

Copyright © 2017 Bumantaranews.com, powered by Mahapalamultimedia

To Top