Edy Ikhsan. Foto/dok

Dia adalah orang yang selalu mengingatkan kami bahwa di dalam kehidupan ini ada yg lebih berharga dari deretan angka-angka. Yaitu nilai-nilai, norma-norma, harga diri serta adab dan perilaku yang baik.

Beberapa Minggu ini nama dan sosok Edy Ikhsan wara-wiri pada pemberitaan media mainstream dan medsos.

Putra yang lahir di Pasar Belakang (Pasbel) kawasan Jl Perintis Kemerdekaan Medan ini diketahui akan maju pada Pilkada Medan 2020 sebagai Calon Walikota jalur non partai.

Kawan Edy Ikhsan, para pegiat sosial yang menahbiskan diri menjadi relawannya mulai gencar memperkenalkan kepada khalayak netizen.

“Meski untuk kalangan akademisi, aktivis dan pegiat sosial sudah tak asing, tapi perlu bagi kami mengenalkan lagi kepada publik,” begitu dituliskan Kawan Edy Ikhsan dalam akun fesbuk, Sabtu (13/7/2019).

Ayah Edy, begitu pria yang juga Dosen Fakultas Hukum USU itu disapa di kalangan aktivis dan mahasiswa. Edy Ikhsan yang merupakan Alumni SMAN 3 Medan ini adalah seorang akademisi dan praktisi sekaligus Aktivis Sosial Kemanusiaan di Medan.

“Bahkan sepak terjangnya sudah dikenal di dunia internasional,” tulis Kawan Edy Ikhsan.

Kepada para sahabat dan orang-orang, Edy Ikhsan kerap mengajak memahami nilai-nilai kehidupan.

“Beliau adalah orang yang selalu mengingatkan kami bahwa di dalam kehidupan ini ada yang lebih berharga dari deretan angka-angka, yaitu nilai-nilai, norma-norma, harga diri serta adab dan perilaku yang baik,” tulis Kawan Edy Ikhsan.

Selama 30 tahun Edy Ikhsan membaktikan dirinya untuk mendidik anak bangsa di kampus USU. Tak hanya di internal kampus, namun banyak yang menaruh apresiasi terhadapnya dari luar kampus. Sebab Edy selama puluhan tahun aktif pada aktivitas sosial, di antaranya perhatian anak-anak dan kaum perempuan.

“Upaya penyelamatan perempuan dan anak korban kekerasan serta kejahatan perdagangan manusia sudah menjadi bagian dari caranya menghargai kehidupan,” sebut Kawan Edy Ikhsan.

Pernah dipercaya menjadi Dewan Daerah WALHI Sumut juga menandakan Edy Ikhsan juga aktif pada penelitian lingkungan hidup.

“Bahkan juga merupakan penggerak program-program tanggap bencana di berbagai daerah di Indonesia,” sebut Kawan Edy Ikhsan.

Edy Ikhsan merupakan penerima beasiswa dari Pemerintah Belanda, juga merupakan Delegasi Indonesia dalam World Summit Against Child and Women Trafficking di Viena, Austria. Ayah Puan Maharani ini juga pernah menjadi Delegasi Indonesia untuk Children Word Summit di New York, USA.

Meski bergelar Doktor, penerima Grant Penelitian dari Toyota Foundation ini tetap bergaul dengan semua kalangan. Bahkan saat berada di kampus dia lebih sering bergaul dengan para mahasiswa sambil mendidik moral mereka di luar kelas.

Maka tak heran pada tahun 2008 para mahasiswa mendaulat dosen yang senang mengenakan Sneakers ini menjadi dosen terfavorit di FH USU.

Sepanjang tahun 1993-2002 , Alumni Universitas Leiden Belanda dan Universitas Indonesia ini terlibat aktif dalam upaya penyelamatan anak di bawah umur yang dieksploitasi di Jermal sepanjang Pantai Sumatera Utara.

“Atas Dedikasinya yang tinggi , bersama Yayasan Pusaka Indonesia beliau menerima penghargaan dari Pemerintah Singapura sebagai pekerja dan lembaga yang pro terhadap isu kemanusiaan,” tulis Kawan Edy Ikhsan.

Pembina KontraS Sumut ini juga seorang Antopolog yang selama puluhan tahun meneliti sendi-sendi kehidupan orang Melayu, Karo, Jawa, Toba dan Simalungun di Sumatera Utara dan khususnya Medan.

Banyak hal yang ingin kami ceritakan tentang koordinator aksi penyelamatan Rumah Sakit Tembakau Deli (2012) dan inisiator serta penggerak Kawasan Tanpa Rokok di hampir seluruh daerah di Sumatera Utara ini.

Setelah mengabdi selama 30 tahun di kampus dan di lapangan sosial kemanusiaan, kini Tim Eliminasi Penyakit Kaki Gajah di Nias, Tapanuli Selatan, Serdang Bedagai dan Batubara ini berniat untuk melakukan pengabdian yang lebih besar lagi di sisa hidupnya.

Ayah Edy adalah seorang senior yg rendah hati, seorang aktivis yg sepanjang tahun 2002-2013 memberikan bantuan hukum gratis kepada anak-anak jalanan dan anak-anak yang berada di dalam penjara ini hendak menempuh jalur Independen di dalam Pilkada Medan 2020.

Semua ini dilakukan atas dorongan para sahabat dan kolega yang melihat keterpurukan Kota Medan sekaligus melihat kebutuhan pemimpin yang telah teruji integritasnya.

Maka kawan-kawan Aktivis Sosial Kemanusiaan di Medan mendorong Abah Edy Ikhsan untuk maju dan mempertaruhkan status PNS serta kesempatannya untuk menjadi Guru Besar dan Bergelar Professor di tahun depan demi menyelamatkan Kota Medan tercinta.

Editor: Renggo

Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

Jalan H Manaf Lubis (Gaperta Ujung), Kelurahan Kelurahan Tanjunggusta,Kecamatan Medan Helvetia, Kota Medan

No Telephone : 0877-6822-1959 | 061-8441466

Copyright © 2017 Bumantaranews.com, powered by Mahapalamultimedia

To Top