Pilkada Medan: Warga Kompos Menaruh Harapan pada Edy Ikhsan

by -206 views

Medan-Bumantara: Pemerintah wajib hadir mewujudkan keadilan sosial. Termasuk dalam hal kesetaraan pendidikan, lapangan kerja dan kesehatan masyarakat kecil.

Demikian disampaikan Bakal Calon Walikota Medan Dr Edy Ikhsan dalam silaturahmi dengan komunitas warga Kompos, Minggu (3/11/2019) di Kwala Bekala, Medan Johor.

Dosen Hukum USU itu menekankan pentingnya perwujudan keadilan sosial yang sesuai dengan nilai-nilai Pancasila.

“Salahsatu tujuan kita bernegara di Indonesia ini adalah keadilan sosial serta mencerdaskan kehidupan bangsa. Termasuk mencerdaskan masyarakat di Kwala Bekala ini,” ujar Edy Ikhsan.

Untuk itu, pemerintah harus hadir dalam mewujudkan cita-cita tersebut.

“Wujudkan dengan kesetaraan dan keadilan rakyat dalam memperoleh hak pendidikan. Bantuan pendidikan, kesehatan dan penyediaan lapangan kerja harus tepat sasaran dan tidak berorientasi pada kedekatan hubungan dengan keluarga pejabat,” tegas Edy Ikhsan.

Edy Ikhsan juga menyatakan, sebagai orang berakal pihaknya wajib mengangkat derajat hidup orang-orang yang selama ini kerap terdzalimi dengan buruknya pelayanan pemerintah.

“Dan memang dari sana lah saya dan kawan-kawan berangkat untuk menjadikan Medan Lebih Manusiawi. Karena latarbelakang kita memang orang yang selalu bergerak dengan aktivitas sosial,” tukas Edy Ikhsan.

Di tempat yang sama, perwakilan Komunitas Warga Kompos Kwala Bekala, Usma br Tobing mengaku bersyukur bisa bertemu langsung dengan Edy Ikhsan. Apalagi selama ini banyak warga sudah terbantu dengan kegiatan sosial yanh dilakukan Edy Ikhsan dengan kawan-kawannya khususnya KKSP dan PKPA.

“Mudah-mudahan niat Bang Edy Ikhsan untuk menjadi Walikota Medan dimudahkan. Kami tentu mendukung, dan kami sudah menyerahkan dukungan KTP kami meski masih angka ratusan,” ungkap Br Tobing.

Usma Br Tobing juga menyinggung soal politik uang. Menurutnya perubahan harus dimulai dari masyarakat agar tidak mendukung calon yang hanya mengandalkan kekuatan uang untuk mengubah Kota Medan.

“Kami hanya berharap ke depannya agar kami warga Kompos diperhatikan soal pendidikan dan kesehatan anak-anak kami. Apalagi kehidupan kami rata-rata adalah pemulung,” kata Br Tobing.

Usma juga menyinggung kenapa ada komunitas warga Kompos di Kwala Bekala.

“Dulu ini kan tempat pembuangan sampah. Jadi ini disebut pemukiman kompos. Makanya ke depan ada upaya memperjuangkan agar kami tidak digusur. Kami tidak berharap dapat SHM atas rumah kami, paling tidak hak pakai pun jadilah,” tukas Br Tobing.

Sementara warga lainnya, Br Silaban berharap ke depan ada yang benar-benar memperhatikan pendidikan dan lapangan kerja bagi generasi di Kwala Bekala.

“Makanya kami berharap dengan Bapak Edy Ikhsan. Kami sudah memberikan dukungan KTP, ” tukas Br Silaban.

Editor: Renggo

Leave a Reply