Pemko Medan Belum Peduli dengan Manuscrip Tua Sejarahnya Sendiri

by -58 views

Medan-Bumantara: Wartawan senior Rizanul Arifin menggelar bincang-bincang di Perpustakaan Tengku Luckman Sinar Jl Abdullah Lubis Medan. Pada Kamis (9/11/2019), menjadi tamu pertama dalam bincang-bincang itu adalah Dr Edy Ikhsan SH MA.

Rizanul Arifin mengaku memilih Perpustakaan Tengku Luckman Sinar sebagai lokasi pertama bincang-bincang karena beberapa hal.

“Tentu saja alasannya karena di perpustakaan ini menyimpan banyak sekali manuscrip tua tentang sejarah Kota Medan. Ini tempat yang luar biasa,” urai Rizanul membuka bincang-bincang.

Dan tamu bincang-bincang yang sekaligus menjadi tuan rumahnya adalah Edy Ikhsan.

“Edy Ikhsan merupakan Kepala Perpustakaan Tengku Luckman Sinar. Beliau tamu sekaligus tuanrumah di sini,” ujar Rizanul disambut senyum.

Salahsatu yang dibincangkan yakni tentang perhatian Pemko Medan tentang manuscrip tua yang menyimpan sejarah Kota Medan itu sendiri.

“Pemko Medan belum peduli dengan ribuan manuscrip tua ini. Padahal manuscrip ini mencatat sejarah dan perjalanan Kota Medan,” kata Edy Ikhsan.

Edy Ikhsan yang juga Bakal Calon Walikota Medan jalur independen itu menilai, ketidakpedulian tentang manuscrip itu mengindikasikan pemerintah daerah yang kurang menghargai sejarah kotanya sendiri.

“Bahkan sikap itu diperparah dengan kurangnya perhatian terhadap bangunan bersejarah. Contohnya ya RS Tembakau Deli itu bagaimana mereka berniat meruntuhkannya,” ujar Edy Ikhsan.

Edy Ikhsan bersyukur mendapat amanah memimpin Perpustakaan Tengku Luckman Sinar yang menyimpan catatan sejarah.

“Dengan amanah ini saya menjadi punya banyak kesempatan menjaga catatan sejarah tentang kota ini,” kata Edy Ikhsan.

Kata Edy Ikhsan, Perpustakaan Tengku Luckman Sinar memiliki lebih dari 10.000 koleksi. Termasuk di antaranya
buku Snouck Hurgronje, tokoh yang sempat fenomenal dalam sejarah bangsa, terutama di Aceh.

Editor: Rakyat Asril

Leave a Reply