Warga Belawan: Walikota Baru Harus Punya Nilai Tawar Kelola Dana CSR

by -127 views

Medan-Bumantara: Membangun Kota Medan tak mesti mengandalkan APBD. Ada potensi dana corporate social responsibility (CSR) yang melimpah untuk kemaslahatan umat.

Demikian disampaikan tokoh muda Kota Belawan, Asep Suherman SH SPd, Senin (11/11/2019). Menurutnya, potensi dana CSR sejumlah perusahaan di Medan belum menjadi hal yang dimanfaatkan untuk kemaslahatan masyarakat.

“Pemko terkesan tidak mau memanfaatkan dana CSR. Kalaupun ada, mungkin saja tak pernah disosialisasikan ke masyarakat sehingga tak berdampak ke kebutuhan mendasar rakyat,” ujar Asep.

Asep menyinggung wujud dana CSR yang dikelola Pemko Medan lebih diperuntukkan pada benda-benda.

“Seperti kursi-kursi di pedestrian jalan inti kota dan sebagainya. Yang mana di kursi itu diberikan logo perusahaan dimaksud. Apakah dana CSR hanya untuk kursi di inti kota. Lagipula apakah setelah memberi kursi, lalu tanggungjawab sosial perusahaan cuma berhenti di situ?” keluh Asep.

Ditegaskan Asep, dana CSR sangat berbeda dengan sumbangan perusahaan. Dimana tidak sedikit perusahaan yang berupaya mengubah persepsi ini di masyarakat.

“Dana CSR itu bukan bersifat sumbangan tetapi berupa tanggungjawab perusahaan yang memang diwajibkan UU,” tegas Asep.

Asep menilai dana CSR perusahaan harusnya berdampak pada masyarakat sekitar perusahaan beroperasi. Di Medan Belawan, banyak sekali perusahaan yang sampai saat ini belum diketahui kemana mengalokasikan dana CSR.

“Pelindo I, Samudera Indonesia, Bea Cukai dan sebagainya. Ini contoh perusahaan besar di Medan Belawan ini,” beber Asep.

Harusnya dana CSR perusahaan itu bisa berdampak langsung ke masyarakat di Belawan.

“Jika saja dana CSR seluruh perusahaan di Belawan tepat sasaran, bukan tak mungkin bisa mengakomodir biaya pendidikan generasi di Belawan dari SD hingga SMA. Sehingga tak kita temukan lagi anak putus sekolah,” ungkap Asep.

Bahkan kata Asep, dana CSR itu bisa mendirikan taman bermain anak dan atau Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) yang belum ada di Medan Belawan.

“Anak Medan Utara harus mengenal taman bermain outdoor bukan hanya mengenal gadget, hang mana taman bermain dapat mengasah psikomotorik, keaktifan dan mengasah jiwa interaksi sosial anak nantinya,” kata Asep.

Apalagi potensi taman bermain yang diimpikan taman bermain bernuansa pantai lebih asri dan fantastik dengan mengandalkan alam wilayah Belawan yang dominan adalah perairan.

Begitu juga dengan perusahaan lain di Medan Utara yakni Kecamatan Medan Deli, Marelan dan Labuhan.

“Ini potensi untuk kemaslahatan umat. Pemko Medan seperti tak punya taring untuk menjolok potensi dana CSR ini,” tandas Asep.

Menurut Asep, ini berkaitan dengan kepemimpinan Pemko Medan yang dinilai tak punya nilai tawar terhadap perusahaan-perusahaan di Medan Utara.

“Kita berharap Pilkada Medan 2020 bisa mendapatkan Walikota Medan yang bisa memanfaatkan dana CSR untuk kepentingan rakyat, bukan cuma doyan mengumpulkan uang dari kepala dinas sehingga berujung di KPK,” ujar Asep.

Namun Asep menilai harapan itu sangat sulit diwujudkan bila walikota harus muncul dari kalangan yang hanya mengandalkan uang dan menyuap rakyat untuk ke TPS.

“Itu mimpi gak tidur namanya. Sudah tiga kali kita diginiin terus. Ke depan kalau bisa dari kalangan non parpol lah,” tukas Asep.

Sebagaimana diketahui, Pilkada Medan akan digelar 23 September 2019. Sejumlah nama kandidat dari parpol mulai muncul seperti Ichwan Ritonga, Dahnil Anzar Simanjuntak dan Plt Walikota Medan saat ini Ahyar Nasution

Namun hanya satu kandidat yang menyatakan maju lewat jalur non parpol, yakni Dr Edy Ikhsan yang memang berpengalaman membela kepentingan rakyat kecil, khususnya anak dan perempuan.

Editor: Rakyat Asril

Leave a Reply