Golkar Sumut Desak Kepolisian Tangkap Pelaku Penganiayaan Bocah di Taput

by -486 views

Medan-Bumantara: Kasus penganiayaan AHMR, bocah 7 tahun di Tapanuli Utara jadi atensi Partai Golkar. Pengurus partai berlambang beringin itu mendesak kepolisian segera menangkap dan memproses hukum para pelaku.

Desakan itu disampaikan Wakil Ketua Golkar Sumut Suruhenta Sembiring (foto kiri), Minggu (5/1/2020). Dikatakan Suruhenta, kasus penganiayaan ini sedang jadi atensi dan sedang hangat dibicarakan di publik, termasuk tokoh nasional.

“Jadi kepolisian harus gerak cepat dan konkrit menangkap pelaku. Jangan sampai publik yang simpatik berubah menjadi amarah karena prosesnya lambat,” tegas Suruhenta.

Suruhenta juga mendorong elemen masyarakat mengawasi kasus ini. Agar kemudian penanganannya bisa transparan kepada publik.

“Penanganan harus transparan. Sama-sama kita awasi agar tidak ada main mata dan sebagainya,” ujar Suruhenta.

Sementara itu, Kapolres Taput Horas Silaen pada Minggu (5/1/2020) hingga berita ini dilansir belum bisa dikonfirmasi apakah para pelaku sudah diamankan atau belum.

Namun pada Sabtu (4/1/2020) Kapolres Taput menegaskan kasus tersebut akan menjadi atensi jajarannya.

Sebelumnya diberitakan seorang bocah berusia tujuh tahun, AHMR lari dari kediamannya di desa Sibaragas Toruan, Kecamatan Pagaran, Siborong-borong Kabupaten Tapanuli Utara.

Bocah putus sekolah ini tak kuasa menahan siksaan ayah tiri, ibu dan pembantunya. Dia lari ke hutan desa Lumban Motung hingga ditemukan warga dengan kondisi memprihatinkan.

Ketua Kommas PA Arist Merdeka Sirait pada Sabtu (4/1/2020) mengatakan ayah tiri anak itu, Eben Pasaribu alias Tiger, ibu kandung Yanti Mulyanis kerap menganiaya korban bahkan memukul kepalanya hingga luka. Kekerasan ini juga dirasakan korban dari pembantu rumah Eben, Nuraini Sinaga dan Lambar.

“Aku tidur di bak mandi yang baru dibuat, makan pun kadang tak dikasih,” ungkap anak itu polos.

Bocah ini nekat lari sejauh sepuluh kilometer dari rumahnya menuju Desa Lumban Motung. Saat ditemui, korban mengaku mendapatkan tindakan kekerasan hanya karena hal sepele. Bahkan pernah diberi makan kotoran ayam.

Sementara itu, abang korban Fauzan Ray sengaja dipisahkan darinya agar kedua orang tuanya leluasa menganiaya korban. Hal ini membuat ayah kandung korban Hasrizal Ray melaporkan kasus tersebut ke Polres Tapanuli Utara.

Editor: Rakyat Asril

Leave a Reply