Catatan Akhir Pekan Kota Medan: Kepemimpinan Masih Autopilot, Butuh Regenerasi

by -166 views
Bakhrul Khair Amal

Medan-Bumantara: Banyak peristiwa terjadi di Kota Medan dalam sepekan ini. Selain soal Pilkada Medan, yang paling banyak menyita perhatian adalah soal persidangan Walikota Medan nonaktif Dzulmi Eldin di PN Medan, Kamis (9/1/2020).

Menjadi paling banyak disorot karena Plt walikota Medan Akhyar Nasution marah dan terkesan mengajak wartawan berkelahi usai sidang perkara suap tersebut.

Menyikapi itu, seorang pengamat politik Unimed Bakhrul Khair Amal menyebut pemimpin yang ada perlu memperbanyak introspeksi dan evaluasi. “Perlu introspeksi, koreksi, monitoring dan evaluasi,” ungkap Bachrul, Sabtu (11/1/2020) via seluler.

Pengajar Program Studi Pendidikan Antropologi Fakultas Ilmu Sosial Unimed itu menggarisbawahi, sampai saat ini belum ada Walikota yang kesannya adil dalam membangun.

“Membangun hanya pada inti kota, itupun pada gedung-gedung mall. Di era yang ini belum ada membangun keberpihakan dengan masyarakat secara keseluruhan. Kepemimpinan ini autopilot, tanpa progress. Belum ada mimpi yang jadi kenyataan,” sebut Mantan Komisioner KPU Medan tersebut.

Untuk itu, regenerasi sangat dibutuhkan untuk kepemimpinan Kota Medan ke depan. “Evolusi harus berjalan ke depan, bukan mundur ke belakang,” tegas Bakhrul.

Yakni regenerasi dari orang-orang yang bisa menghilangkan skeptisme (ketidakpercayaan) publik terhadap kepemimpinan. Membangun hadir di tengah masyarakat, berkomitmen dan konsisten di jalur pengabdian.

“Membuat pakta integritas untuk tidak korupsi. Bukan yang malah membesarkan kelompok dan menyalahkan masyarakat. Ingat, kepemimpinan itu kan hadir dari pemilihan rakyat, bukan karena lahir dari parpol atau lainnya. Jika dia marah sama rakyat, maka harus dibuka terang-benderang profilnya itu,” tandas Bakhrul.

Lalu, apakah kepemimpinan Kota Medan ke depan bisa menjawab harapan publik?

Menjawab itu, Bakhrul menekankan pentingnya mencari pemimpin yang mampu mengurangi rasa skeptisme publik terhadap kepempinan Kota Medan.

“Yang paling penting hilangkan dulu skeptisme itu. Angka partisipasi pemilih di Pilkada Medan 2015 sangat rendah, maka harus ada muncul sosok yang mau berkomitmen dan meneken pakta integritas untuk tidak korupsi. Sebab korupsi bisa saja menggoda siapapun,” tukas Bakhrul.

Reporter: Wiji Gatsu
Editor: Rakyat Asril

 

 

Leave a Reply