Kejari Medan Terima SPDP Perkara Pembunuhan Hakim Jamaluddin Tanggal 10 Januari

by -195 views
Ilustrasi

Medan-Bumantara: Kejaksaan Negeri (Kejari) Medan menerima Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP) perkara kasus pembunuhan hakim Pengadilan Negeri (PN) Medan Jamaluddin (55) yang diduga dibunuh istri korban dengan dibantu dua orang pelaku lainnya.

Kasi Intel Kejari Medan, M. Yusuf mengatakan bahwa pihaknya sudah menerima SPDP dari Polrestabes Medan terkait perkara tindak pidana pembunuhan Jamaluddin dengan tiga orang tersangka, masing-masing ZH (41), JP (42) dan RF (29).

“SPDP diterima tanggal 10 (Januari 2020) hari JumatĀ  bentuk check and balances dalam menjalankan kewenangan penyidikan,” katanya, Senin (13/1/2020).

Dalam hal ini penuntut umum sebagai pemegang kekuasaan penuntutan mempunyai hak menentukan apakah suatu penyidikan telah lengkap atau belum. Dalam konteks itulah penyidik memberitahukan melalui surat kepada penuntut dimulainya penyidikan.

“Semacam koordinasi saja, karena nanti yang maju (bersidang) kan jaksa,” terang M. Yusuf.

Tindaklanjut penerimaan SPDP itu, Kejari Medan pun lantas berkordinasi dengan penyidik untuk dilakukannya rekontruksi peristiwa terjadinya pembunuhan tersebut.

“Hari ini tim bersama antara Polrestabes Medan dan Kejari Medan menggelar rekontruksi di tempat kejadian perkara. Tim Kejari Medan terdiri dari Kasi Pidum, Kasi Intel, Kasi BB, Kasubsi Pra Penuntutan dan Kasubsi Penuntutan,” ujar M. Yusuf.

Yusuf menambahkan bahwa proses hukum perkara itu masih ditangani penyidik kepolisian. Bila memang layak dan lengkap persyaratannya utuk digelar persidangannya, pihaknya pasti akan melimpahkan perkara itu ke Pengadailan Negeri Medan.

“Ada prosedur dalam penanganan setiap perkara. Kita pasti kordinasi dengan penyidik agar segera pelimpahan ke persidangan,” tambahnya.

Sebelumnya, Kapolda Sumatera Utara Irjen Pol Martuani Sormin mengatakan bahwa dalam kasus ini pihak kepolisian sudah berhasil mengungkap para pelakunya diantaranya adalah istri korban ZH (41), dan dua orang eksekutor yakni JP (42) dan RF (29). Di mana, istri korban diketahui sebagai otak pelaku pembunuhan Jamaluddin.

“Dalam kasus ini tiga orang sudah ditetapkan sebagai tersangka,” kata Kapolda saat paparan di Mapolda Sumut pada Rabu (8/1) kemarin.

Martuani juga menuturkan bahwa sebelum beraksi, kedua eksekutor yakni JP dan RF sudah berada di rumah korban yang berada di Perumahan Royal Monaco Blok B No. 22 Kelurahan Gedung Johor, Kecamatan Medan Johor.

“Para pelaku sudah ada di rumah sebelum korban pulang ke rumah dari kantor,” tuturnya.

Kemudian Jamalludin dibunuh dengan cara di bekap oleh para pelaku. Hal ini menyebabkan korban menjadi lemas dan akhirnya meninggal dunia akibat kehabisan oksigen.

“Korban dibunuh dengan di bekap sehingga kehabisan napas sehingga terbukti dari hasil laboratorium forensik bahwa korban diduga meninggal karena lemas,” ujar Martuani.

Untuk diketahui bahwa Jamaluddin (55) merupakan warga Perumahan Royal Monaco Blok B No. 22 Kelurahan Gedung Johor, Kecamatan Medan Johor. Di mana korban ditemukan meninggal dunia di jurang areal kebun sawit milik masyarakat di Dusun II Namo Bintang Desa Suka Dame, Kecamatan Kutalimbaru, Deli Serdang, Jumat (29/11) siang.

Pada saat ditemukan korban berada di dalam mobil Toyota Land Cruiser Prado BK 77 HD dalam keadaan kaku terlentang di bangku mobil nomor dua dengan kondisi tidak bernyawa lagi dengan posisi miring dengan wajah mengarah ke bagian depan.

Kemudian jasad Jamaluddin telah diautopsi di RS Bhayangakara, Medan pada Jumat (29/11) malam. Jenazahnya kemudian dibawa untuk dimakamkan di Nagan Raya, Aceh, Sabtu (30/11).

Editor: Renggo

Leave a Reply