Wakil Ketua DPRD Sumut: Akhiri Polemik Isu Pemusnahan Babi

by -218 views

Medan-Bumantara: Wakil Ketua DPRD Sumut, Harun Mustafa Nasution, meminta masyarakat mengakhiri polemik soal isu pemusnahan Babi di Sumut. Harun menjamin tidak ada pemusnahan apalagi diskriminasi dalam upaya penanganan wabah ASF.

Harun ketika diwawancarai, Selasa (11/2), mengatakan, isu bahwa Gubernur Sumut akan melakukan pemusnahan Babi adalah fitnah yang berpotensi memecah belah masyarakat Sumut.

“Tidak benar ada Gubernur mengeluarkan pernyataan akan memusnahkan seluruh Babi di Sumatra Utara. Itulah yang diplesetkan pihak tertentu dengan tujuan adu domba,” tegasnya.

Menurut Harun, isu pemusnahan Babi ini sudah dikait-kaitkan ke mana-mana sehingga terkesan tujuannya untuk provokasi. Harun menilai bahwa ada tujuan lain di balik adanya isu-isu tersebut, karena yang disampaikan itu tanpa bukti dan fitnah terhadap Gubernur. Pemerintah sudah berulangkali melakukan klarifikasi.

Menurut Harun, Gubernur Sumut Edy Rahmayadi sendiri sebenarnya sudah melaporkan persoalan wabah Babi ini ke DPRD Provinsi, dan bahkan penanganannya juga sudah disampaikan kepada pimpinan DPRD Sumut.

Katanya, Pemprov Sumut sendiri sudah berusaha mendorong berbagai stakeholder untuk sama-sama mempersiapkan anggaran ganti rugi untuk para peternak kita yang mengalami musibah tersebut.

“Jika Gubernur itu anti terhadap peternak Babi ataupun anti terhadap hal lainnya, saya pikir tidak mungkin Gubernur sampai harus memikirkan dan mendorong pemerintah pusat untuk turut menyelesaikan masalah ganti rugi dan penanganan lainnya. Edy Rahmayadi itu Gubernur nya rakyat Sumatera Utara, dia punya tanggung jawab untuk seluruh rakyatnya, dan dalam hal wabah Babi tersebut, dia sudah buktikan bahwa dia serius menjaga dan melindungi rakyatnya,” tegas Harun.

Katanya, dulu memang pernah ada wacana untuk memusnahkan Babi yang terjangkit ASF, tapi bukan untuk yang sehat.

Hal itu dilakukan demi melindungi ternak yang lain agar tidak terserang wabah dan juga melindungi peternak agar tidak terlalu merugi. Harun mengajak semua pihak untuk fokus membantu penyelesaian wabah ASF agar para peternak Babi dapat kembali normal melanjutkan usaha dan segala bentuk polemik soal Babi dihentikan.

Editor: Renggo

Leave a Reply