Ketua Komisi II DPR Peduli Warga Sumut Terdampak Covid-19

by -49 views

Kisaran-Bumantara: Pandemi Covid-19 menciptakan kebiasaan baru dalam kehidupan manusia. Bahkan masker yang biasanya hanya dikenakan tenaga medis atau yang bekerja di tempat khusus, kini telah menjadi bagian dari kebutuhan semua orang.

Demikian disampaikan Ketua Komisi II DPR RI Dr Ahmad Doli Kurnia Tandjung, Kamis (21/5/2020) di sela-sela pembagian 20.000 masker di 10 kabupaten/kota di Sumut. Pembagian masker telah dimulai sejak 14 Mei 2020.

Selain masker, Ahmad Doli yang juga Legislator Dapil Sumut III itu membagikan 20 ton beras kepada warga terdampak Covid-19 di 10 kabupaten/kota di Sumut sejak 14 Maret 2020.

Di antaranya Kabupaten Langkat, Kota Binjai, Kabupaten Tanah Karo, Kabupaten Dairi, Kabupaten Pakpak Bharat, Kota Siantar, Kabupaten Simalungun, Kabupaten Batubara, Kabupaten Asahan dan Kota Tanjungbalai.

“Sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang sedang berjuang menghadapi ancaman Pandemi Covid-19,” terang Plt Ketu Golkar Sumut tersebut.

Di sisi lain, Ahmad Doli Kurnia juga menyebutkan aksi sosial itu merupakan upaya nyata hadir langsung di tengah masyarakat dalam situasi sulit.

“Apalagi seperti sekarang, kebutuhan akan masker hari ini telah menjadi bagian dari keseharian masyarakat, tak ubahnya seperti kebutuhan manusia akan pakaian,” ujar Waketum Partai Golkar tersebut.

Menurutnya, Pandemi Covid-19 telah menciptakan kebiasaan baru dalam kehidupan manusia. Masker yang biasa hanya dipakai oleh tenaga medis atau mereka yang bekerja di tempat-tempat khusus, kini telah menjadi bagian dari kebutuhan semua orang.

“Oleh karena itu, pembagian masker ini juga merupakan sebuah bukti proses adaptasi yang harus dilakukan semua orang,” kata Doli.

Ahmad Doli juga menambahkan, dalam situasi seperti sekarang, koordinasi antara pusat dan daerah harus semakin ditingkatkan. Hal ini menjagi penting mengingat kebijakan yang dibuat pemerintah pusat, harus memperhatikan dan berangkat dari kondisi nyata masyarakat di daerah.

“Sampai sekarang, belum ada satu pun otoritas yang mampu memprediksi secara pasti kapan Pandemi Covid-19 akan berakhir. Namun, dengan modal tradisi gotong-royong yang dimiliki masyarakat Indonesia, hal seperti ini seharusnya menjadi modal sosial yang berharga dalam menjaga asa di tengah situasi yang tidak mudah seperti sekarang,” tukas Doli.

Editor: Renggo

Leave a Reply