Aiptu Mahmudin Terima Penghargaan dari Kapolres Asahan

KISARAN, bumantaranews.com – Kapolres Asahan, AKBP Putu Yudha Prawira mengganjar penghargaan atas inovasi Aiptu Mahmudin (52) Bhabinkamtibmas di Kecamatan Air Joman Kabupaten Asahan atas keikhlasannya menjadikan dua mobil pribadinya untuk kepentingan masyarakat.

“Pagi ini kita berikan penghargaan kepada Aiptu Mahmudin atas inovasinya. Ini juga sebagai motivasi dan contoh terhadap personel lain. Di tengah pandemi COVID-19 ini dia menyumbang dua mobil pribadinya sekaligus, satu digunakan sebagai ambulans, satu lagi mobil patroli,” kata Putu Yudha di sela apel pagi personel di halaman Mapolres Asahan, Selasa (3/8).

Putu berharap apa yang dilakukan Aiptu Mahmudin ini menjadi motivasi dan contoh bagi polisi lain khususnya di jajaran Polres Asahan dengan berbuat ikhlas tidak hanya menjadi pengayom masyarakat, namun menjadi penolong warga yang membutuhkan.

“Yang seperti ini harus kita apresiasi dan dukung penuh, sehingga menjadi motivasi bagi personel lainnya,” tambah Putu Yudha.

Sebelumnya, seorang polisi di Kabupaten Asahan Sumatera Utara (Sumut) merubah kenderaan pribadinya menjadi mobil ambulans dan dipergunakan sebagai alat transportasi pelayanan kesehatan gratis bagi masyarakat di tengah pandemic COVID-19.

Polisi baik itu bernama Aiptu Mahmudin (52), Bhabinkamtibmas yang bertugas di Kecamatan Air Joman. Dia menyumbang dua mobil pribadinya. Satu dipergunakan sebagai ambulans dan satu mobil lagi sebagai armada patroli serta pembinaan masyarakat.

Aiptu Mahmudin mengatakan, ia secara suka rela merubah mobil pribadinya itu untuk membantu masyarakat di desa tempat dia bertugas.

Awalnya ia mengatakan, sering dimintai tolong oleh warga untuk dicarikan ambulans guna mengantarkan pasien ke rumah sakit.

Karena jarak dari desa tempat dia bertugas menuju fasilitas kesehatan lumayan jauh ditambah kondisi jalan yang tidak baik, tak jarang Aiptu Mahmudin memberikan pinjaman mobil pribadinya secara gratis untuk warga.

“Dari sana saya berpikir, kenapa tidak saya jadikan saja mobil ini jadi ambulans bisa bermanfaat, menolong banyak banyak orang, mengantarkan orang ke Puskesmas atau di rujuk ke rumah sakit,” kata Aiptu Mahmudin.

Ia mengatakan, warga desanya yang ingin memakai mobilnya tersebut untuk kepentingan pelayanan sosial tidak pernah dipungut bayaran.

“Siapa saja boleh pakai, gratis. Itu ada nomor telepon saya di mobil,” kata dia.

Kecintaannya terhadap profesinya saat ini, membuat pria yang sudah bertugas di Kepolisian sejak tahun 1991 itu kemudian merombak sebuah mobilnya lagi menjadi mobil patroli.

“Karena mobil ini sudah saya jadikan ambulans, saya punya satu mobil lagi yang juga dijadikan mobil patroli untuk binmas,” kata dia.  (Per)